Punya Barang Pemberian Mantan, Sumbangin Saja ke Museum Patah Hati

Museum ini menawarkan kesempatan untuk mengatasi kegagalan emosional melalui penciptaan.

Punya Barang Pemberian Mantan, Sumbangin Saja ke Museum Patah Hati
healheartbreaknow.com

TRIBUNSUMSEL.COM- Sebuah museum baru di Los Angeles mencari orang-orang yang patah hati untuk bersedia menyumbangkan barang-barang sisa hubungan masa lalu mereka untuk dipamerkan kepada publik.

Museum of Broken Relationships itu akan membuka permanen keduanya pada Mei 2016.

Didirikan oleh seorang seniman Kroasia pada tahun 2006, museum ini akan menampilkan berbagai item dari hubungan kekasih yang gagal mulai dari CD dan kaset hingga sepatu olahraga tua dan properti kenangan manis dan pahit lainnya.

"Museum of Broken Relationships tumbuh dari sebuah pameran keliling seputar konsep hubungan yang gagal dan sisa-sianya yang masih membekas," tulis di halaman museum.

"Museum ini menawarkan kesempatan untuk mengatasi kegagalan emosional melalui penciptaan. Dengan berkontribusi untuk koleksi permanen," tulis United Press International, Jumat (4/3).

Pihak yang berminat dapat mengirimkan sumbangan mereka ke museum bersama dengan "cerita" yang memberikan rincian tentang item dan signifikansi emosional mereka. Barang kenangan itu kemudian ditampilkan secara anonim meskipun nama lengkap diperlukan dalam proses donasi untuk mengkonfirmasi persetujuan.

Barang-barang yang di sumbangkan dari semua jenis mulai dari surat-surat yang ditulis tangan, entah itu dalam ukuran besar, atau kecil, mahal atau murah. Juga item instrumen atau kendaraan dapat dipamerkan selama "cerita" yang menyertainya.

Juga tidak mengandung konten yang dianggap menyinggung atau bersifat diskriminatif atas pribadi, seksual, ras, agama, nasional, atau alasan etnis.

Museum ini mengadakan serangkaian acara pop-up sebelum pembukaan resmi, masing-masing menampilkan koleksi item kecil pada platform.

Seorang Wakil Kepada LA Weekly mengatakan, pameran akhir akan berisi sekitar 100 item, termasuk 70 persen dari lokasi Kroasia. Lainnya berasal dari sumbangan lokal.

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved