Banteng Indonesia Siap Perangi Narkoba Dan Radikalisme

Setelah beberapa tahun terbentuk di Jakarta, Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia) dengan ketua umumnya I Ketut Guna Arta, kini me

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ketua umum Banteng Indonesia I Ketut Guna Arta saat melantik pengurus DPD Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setelah beberapa tahun terbentuk di Jakarta, Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia) dengan ketua umumnya I Ketut Guna Arta, kini membentuk kepengurusan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pendeklarasian dan pelantikan Dewan pimpinan Daerah (DPD) organisasi kemasyarakatan di Sumsel yang diketuai Asrul Indrawan, dilakukan di hotel Swarnadwipa Palembang, Rabu (24/2/2016).

Dalam sambutannya sendiri ketua umum Banteng Indonesia I Ketut Guna Arta mengatakan secara tegas, pihaknya akan ikut berpartisipasi bersama pemerintah, dalam upaya memerangi narkoba dan radikalisme yang ada di Indonesia.

"Narkoba dan radikalisme harus diperangi bersama-sama, karena negara lain juga berkepentingan terhadap Indonesia, mengingat indonesia memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) terbesar didunia yang jadi incaran negara lain,"kata Ketut.

Selain SDA melimpah, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dengan jumlah penduduk 4 terbesar di dunia, menjadi tujuan bisnis ataupun keinginan sekelompok tertentu untuk menjadikannya "sarang" narkoba atau radikalisme.

"Apalagi sekarang kita sudah di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), jadi kita harus berada didepan jangan jadi follower (pengikut) saja,"terangnya.

Ditambahkan Ketut, ditantangan kedepan yang sangat besar harus menjadikan organisasi Banteng Indonesia harus bisa ikut andil dalam memajukan bangsa Indonesia kedepan.

"Merubah kultur tidak mudah, dimana presiden Jokowi sudah mencanamkan nawacita. Maka dari itu, lahirnya organisasi ini bukan hanya papan nama, tapi harus berbuat masyaralat mulai dari kecil. Seperti kebakaran hutan, yang sudah jadi perhatian dunia, dan kita harus ikut andil dengan ikut menaman pohon baru atau sosialisasi ke masyarakat, dan kita tidak boleh menyerah karena hanya masalah kendala dana,"tandasnya.

Selain itu I Ketut Guna Arta juga menerangkan, lahirnya organisasi ini karena adanya uu pemuda. Dengan adanya uu pemuda itu diharapkan proses kaderisasi berjalan, termasuk kaderisasi ditingkay nasional dan kami menyikapinya secara bijak.

"Nanti pasca dilantik, ketua harus konsilidasi ke DPC, dan saya akan konsilidasi nasional dengan pengurus se Indonesia. Pada tahun ini kita menargetkan terbentuk 12 kepengurusan Provinsi, 2017 terbentuk kembali 12 provinsi, dan 2018 mudah-mudahan sudah terbentuk semua kepengurusan Provinsi se-Indonesia,"janjinya.

Ketua Pelaksana DPD Banteng Indonesia Sumsel Aria Laksana Herlambang mengatakan, kemandirian bangsa adalah syarat mutlak bagi bangsa Indonesia, agar dapat dihargai dimata dunia.

Kemandirian yang sekian lama diperjuangkan sejak dari masa kemerdekaan, bukanlah hal yang serta merta jatuh dari langit, dimana kemandirian bangsa yang cita-citakan adalah kemandirian atas pengelolaan potensi sumber daya alam, berikut dengan kekuatan produksi yang semata-mata ditujukan tidak lain untuk kemakmuran Indonesia tanpa campur tangan asing.

Dikatakannya, The founding father Ir Soekarno dengan tegas mencanangkan Trisakti, yang menuntut generasi penerus bangsa Indonesia untuk tidak hentinya berjuang mewujudkan kedaulatan politik bangsa Indonesia dikanca dunia. Maka dari itu,sudah menjadi kewajiban generasi sekarang untuk mewujudkan cita-cita Trisakti Bung Karno.

"Untuk itu diperlukan suatu pergerakan progresif yang dilakukan secara simultan tanpa henti demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Adanya gerakan nasional revolusi mental yang dimuarakan pada terwujudkanya Trisakti Bung Karno, maka Banteng Indonesia siap mendeklarasikan diri di Sumsel dengan nilai utama perjuangan, yakni Marhhaenis, humanis, dan progresif,"pungkas Aria.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved