Pengasuh Ponpes Pukul Kepala Pendekar Silat Pakai Batu Hingga Tewas

Anak korban yang melihat orangtuanya tersungkur langsung membawanya ke Rumah Sakit Charitas Gumawang dengan dibantu warga sekitar.

Tayang:
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Pondok Pesantren (Ponpes) Padepokan 9/ponpes gundul yang berlokasi di Desa Pelitajaya Kecamatan Madang Suku I OKU Timur 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Pembakaran yang dilakukan oleh ratusan orang yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Padepokan 9/ponpes gundul yang berlokasi di Desa Pelitajaya Kecamatan Madang Suku I OKU Timur Rabu (17/2/2016) sekitar pukul 20.30 malam disebabkan oleh penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu pengasuh pondok bernama Mukhlis (48) sekitar pukul 17.30 terhadap dua orang warga masing-masing bernama Tijo dan anaknya Purwanto (38) warga desa Tuguharum kecamatan Belitang Madang Raya beserta menggunakan batu dan helm ketika melintas di depan ponpes tersebut.

Ketika Tijo dan anaknya akan berangkat menyadap karet pukul 06.30 dihadang oleh Mukhlis ketika melintas di depan ponpes yang langsung memukul korban Tijo menggunakan batu tepat di bagian keningnya yang menyebabkan korban langsung terjatuh.

Setelah memukul korban pelaku kemudian langsung masuk kembali ke dalam ponpes.

Anak korban yang melihat orangtuanya tersungkur langsung membawanya ke Rumah Sakit Charitas Gumawang dengan dibantu warga sekitar.

Namun karena luka di bagian kepala korban cukup parah sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

“Diduga karena itulah anak korban mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penyerangan dan pembakaran terhadap ponpes itu. Namun tidak ada korban jiwa. Lokasi lokal yang terbakar juga jauh dari bangunan lain sehingga api tidak merambat ke bangunan lain,” ungkap sumber sripoku.com ketika diwawancarai Kamis (18/2/2016).

Sedangkan perdamaian antara kedua belah pihak dilakukan di Ponpes Darussalam dengan dihadiri Kapolres OKU Timur Pimpinan Ponpes KH Rumani Kapolsek, Camat, Danramil, Kades dan Pimpinan Padepokan H Sarip, selain itu hadir juga ketua PSHT Suratno, Ketua IPSI Edy Sukanto hari ini.

Dalam perdamaian tersebut, disepakati beberapa poin perdamaian yakni masing-masing pihak menahan diri untuk tidak berbuat anarkis. Seluruh permasalahan diserahkan secara hukum, kedua belah pihak sepakat saling menjaga lingkungan pondok, dan sekitarnya, selain itu, kedua belah pihak juga menyepakati pembongkaran polisi tidur yang ada didepan ponpes tersebut. Dan kesepakatan perdamaian selanjutnya adalah masing-masing pihak sepakat membuka diri dan menjalin tali silaturahmi.

Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga ketika dikonfirmasi mengatakan, permasalah di Ponpes Gundul tersebut saat ini sudah selesai dan kedua belah pihak sudah damai.

Terjadinya pemukulan hingga menyebabkan terbunuhnya Tijo oleh pengasuh Pondok Pesantren Padepokan9/ponpes gundul yang berlokasi di Desa Pelitajaya terhadap Tijo warga Desa Tuguharum kecamatan Belitang Madang Raya belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Namun berdasarkan informasi yang beredar antara kedua belah pihak yakni Mukhlis dan Tijo serta anaknya tidak saling kenal dan sebelumnya antara kedua belah pihak tidak pernah memiliki permasalahan.

Ponpes/Padepokan Gundul menurut warga sekitar merupakan tempat rehabilitasi dan pengobatan alternatif. Sedangkan Mukhlis yang merupakan pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka menurut kapolres OKU Timur akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan untuk mengetahui psikologis tersangka.

Dari pengamatan di Tahanan Mapolres OKU Timur, Mukhlis terlihat kerap tertawa sendiri sehingga menyebabkan tahanan lain merasa ketakutan dan menyingkir karena melihat tingkah Mukhlis yang tidak stabil.

“Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap psikologis tersangka,” ungkap Kapolres OKU Timur Saut P Sinaga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved