Breaking News:

HUT Ke 44, REI Berharap Bisa Berbuat Lebih Baik Lagi

Sebagai salah satu organisasi yang sudah cukup tua, Real Estate Indonesia (REI) Sumsel diharapkan dapat berperan banyak bagi perkembangan properti di

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ketua DPD REI Sumsel Hariady Begawan (tengah baju batik) didampingi pengurus REI dan pihak BTN saat meniup lilin HUT REI ke 44 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebagai salah satu organisasi yang sudah cukup tua, Real Estate Indonesia (REI) Sumsel diharapkan dapat berperan banyak bagi perkembangan properti di Indonesia utamanya di Provinsi Sumsel.

Ketua DPD REI Sumsel Hariady Begawan, mengatakan sebagai organisasi profesi yang pada 11 Februari genap berusia 44 tahun, organisasi REI Sumsel dituntut untuk lebih profesional dalam melayani kepentingan anggota, menjadi mitra utama bagi para stakeholder dan mampu mememenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat yang berkualitas

"Kami harap REI tambah sukses, dan jaya secara nasional, khususnya DPD REI Sumsel saat ini sudah kompak dan bahu membahu, serta sudah dikenal di Sumsel. Kedepan dapat maju dan berbuat lagi untuk Sumsel untuk kepentingan masyarakat dengan menyediakan rumah, dengan sebanyak-banyak, serta bermutu, sehingga masyarakat terbantu,"kata Hariady Begawan didampingi pengurus DPD REI Sumsel, saat menggelar syukuran HUT ke 44 REI di kantor DPD REI Sumsel, Senin (15/2/2016).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPP REI yang juga mantan ketua DPD REI Sumsel Oka Muerod, Kacab BTN Palembang M Ardian Syahbandi A, dan perwakilan pimpinan BTN Syariah Palembang Kicky Luckianto.

Dalam kesempatan tersebut Hariady, mengungkapkan pihaknya pada tahun 2016 ini akan lebih meningkatkan realisasi pembangunan rumah di Sumsel, sebagai salah satu dukungan terhadap program 1 juta rumah yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

"Kita akan berusaha meningkatkan kemampuan dibanding tahun lalu, khususnya perumahan, dimana tahun lalu total rumah yang dibangun sekitar 8.000 unit, dimana 80 persennya melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan tahun ini harapan kita bisa meningkatkan lagi menjadi 12 ribu unit,"tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved