Asian Games 2018 Perlu Libatkan Publik

sampai saat ini masih ditemukan berbagai persoalan pada persiapan penyelenggaraan acara

Editor: Weni Wahyuny
ist
Kresna Dewanata Phrosakh 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR Kresna Dewanata Phrosakh khawatir dengan persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII yang akan digelar pada 18 Agustus 2018 di Indonesia.

Pasalnya, sampai saat ini masih ditemukan berbagai persoalan pada persiapan penyelenggaraan acara. Misalnya soal belum jelas dan ruwetnya pembentukan kelembagaan penyelenggara dan infrastruktur.

Dalam persoalan koordinasi antar lembaga dan keorganisasian, ASIAN Games XVIII dihadapkan pada belum intensifnya koordinasi organisasi di Kemenpora. Misalnya soal posisi INASGOC sebagai panitia inti,

Yang tidak kalah pentingnya adalah soal belum ada jalan keluarnya sanksi FIFA atas PSSI. Sanksi FIFA ini harus dipertimbangkan, karena berdampak pada ketidakpastian penyelenggaraan cabang olahraga sepakbola sebagai olahraga favorit.

Selain itu, kesuksesan penyelenggaraan pesta orahraga Asia 4 tahunan ini dibayangi oleh persiapan infrastruktur dasar yang belum rampung. Menurut amatan Dewa, renovasi Stadion Gelora Bung Karno berikut peningkatan standar venue aquatic belum terlihat.

“Ada banyak sebetulnya. Pembangunan kampung atlit di Kemayoran masih menunggu serah terima 11 hektar lahan dari Setneg yang masih ditolak oleh Komisi II. Karena memang konsep yang dipakai co host city, jadi koordinasi transportasi dan akomodasi penting, dan itu juga belum terlihat,” ungkapnya saat dihubungi melalui pesawat telepon, Kamis (04/02)

Sosialisasi juga dinilai Dewa belum dilakukan secara masif. Tiongkok sebagai tuan rumah winter Olympic 2022 saja sudah mengorganisir media dan kampanye untuk membangun kesadaran publik untuk turut mensukseskan event tersebut.

“Publik perlu dilibatkan secara masif seharusnya untuk mensukseskan event tersebut. Kita bisa mencontoh Tiongkok lah dalam urusan sosialisasi,” tuturnya

Namun Dewa berharap, semua persoalan tersebut akan diselesaikan tepat waktu. Segala bentuk hambatan yang terkait dengan proses persiapan dapat diselesaikan dengan perspektif kepentingan negara bangsa, bukan perspektif politik. Dengan akselerasi persiapan dan komitmen bersama, baik dalam hal teknis maupun politis, menurut salah satu anggota DPR termuda ini bisa menjadi jalan keluar segala kebuntuan demi harga diri bangsa.

“Momentum Asian Games XVIII bukan sekadar event olahraga, namun event tersebut memiliki aspek yang multidimensional, seperti ekonomi dan prestise Indonesia di mata internasional,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved