Bisnis Hotel di Palembang Mulai Menggeliat Kembali

Dimana, biasanya para tamu ini memanfaatkan hotel untuk melakukan rapat, transaksi bisnis ataupun inap.

Bisnis Hotel di Palembang Mulai Menggeliat Kembali
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF B ROHEKAN
General Manager Hotel Horison Ultima Palembang Darwin Siahaan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Bisnis komoditas yang lesu telah membuat bisnis perhotelan ikut layu pada 2015 lalu. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiudin tak menampik, jika selama ini sempat terjadi penurunan tingkat hunian (okupansi) hotel di wilayah Palembang. Namun, pada bulan Januari- Februari 2016 ini mulai ada kecenderungan tamu hotel menggeliat kembali.

"Ada okupansi karena awal tahun kemarin kita masih diberlakukan larangan rapat dihotel,"kata Herlan, Kamis (4/1/2016).

Menurutnya, adanya pencabutan larangan terkait pemerintahan dan perusahaan untuk menggunakan hotel, dalam rapat atau pertemuan lainnya, akhirnya mendongkrak kembali pengunjung yang menginap di hotel.

"Sekarang tidak ada larangan lagi, tapi perbedaannya tidak begitu besar, karena memang bulan Januari lagi low season,"jelas Herlan seraya kenaikan itu berkisar 10-20 persen saja.

Tak dipungkiri perlambatan ekonomi dunia dan domestik, menyebabkan penurunan hunian pada perusahaan hotel, yang mana hotel kehilangan para tamu bisnis yang berasal dari pengusaha tambang, perkebunan yang ada di Sumsel.

Dimana, biasanya para tamu ini memanfaatkan hotel untuk melakukan rapat, transaksi bisnis ataupun inap.

General Manager Hotel Horison Ultima Palembang Darwin Siahaan, mengungkapkan jika awal tahun 2016 ini mulai Januari-Februari masih drop, karena aktivitas pemerintahan dan perusahaan masih kurang menggunakan fasilita hotel.

"Pada 2015 kita masih bertahan, karena tidak ada aktivitas pemerintah yang masuk, gunakan fasilitas hotel. Padahal segmen kita selama ini Govermant (pemerintahan) dan perusahaan untuk meeting, yang kontribusinya selama ini mencapai 40 persen,"tandasnya.

Salah satunya strategi "Low Season". periode musim sepi kunjungan tamu hotel. "musim sepi ini biasanya disebut-sebut di bulan Januari-Maret, pihak Horison sendiri memiliki strategi tertentu untuk bisa menarik pengunjung.

"Strateginya, kita adakan promo-promo untuk weekand, spesial reat (harga) untuk warga Palembang. Sebab bagi warga Palembang yang tidak weekend keluar Sumsel maka bisa menginap di hotel Horison palembang, dengan tarif khusus,"ucapnya, seraya selama ini meskipun tidak besar kontribusi weekand bisa memberikan peningkatan tamu hotel mencapai 10 persen, serta tour and travel dengan kontribusi 10-15 persen.

Hal senada diungkapkan Marketing Komunikasi (Markom) Hotel Daira, Noura menyatakan jika saat ini mulai ada tren peningkatan pengunjung hotel, namun belum terlalu signifikan karena diawal tahun.

"Sudah mulai peningkatan, tapi saya lupa persentasenya," pungkas Noura.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved