Sayangi Sumsel Santuni Mbah Mariam Nenek yang Hidup Sebatang Kara

Mariam hijrah ke Palembang bersama suaminya dan kini harus berjuang sendirian sejak ditinggal suaminya yang dulunya bekerja serabutan.

Penulis: Hartati |
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Sekretaris Tim Sayangi Sumsel, Taufik Abdullah memberikan santunan pada Mariam (90) yang menderita lumpuh dan hidup sebatang kara agar Mariam mandapat perhatian pemerintah dan dirawat di panti sosial agar hidup lebih baik dan layak. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tim Sayangi Sumatera Selatan (Sumsel) menyambangi kontrakan Mariam (90) AKBP H Umar Kemuning kemarin dan memberikan santuan pada wanita yang kini tinggal sebatang kara itu.

Mariam sudah empat tahun menjanda karena ditinggal suaminya yang sudah berpulang dan kini dia tidak bisa berbuat apa-apa karena lumpuh sehingga hanya bisa duduk selonjoran atau berbaring di kontrakannya.

Mariam hijrah ke Palembang bersama suaminya dan kini harus berjuang sendirian sejak ditinggal suaminya yang dulunya bekerja serabutan.

Mariam masih bisa memenuhi keperluannya sehari-hari seperti mengurus rumah dan dirinya namun tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan uluran tangan tetangganya akibat kondisi lumpuh yang dialaminya kini.

Sekretaris Tim Sayangi Sumsel, Taufik Abdullah berharap Mariam bisa dirawat di panti sosial milik pemerintah agar bisa mendapat perhatian dan perawatan lebih baik karena tidak selamanya dia harus tinggal di kontrakan dan mengharap belas kasihan orang lain atau tetangganya saja.

“kami berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga kondisi mbah Mariam dapat hidup layak seperti yang lainnya, siapa lagi kalau bukan kita peduli antar sesama,” kata Sekretaris Tim Sayangi Sumsel, Taufik Abdullah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved