DP4K Bantu Benih Kedeli ke Petani Gagal Panen

Ketinggian air yang merendam rumah dan lahan warga fariatif mulai ketinggian 50 cm hingga kedalaman 1,5 meter di lahan perkebunan.

Penulis: Edison |
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Petani karet ketika melihat lahan yang terendam banjir. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Untuk membantu masyarakat yang gagal panen kedelai akibat lahan terendam banjir, Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (DP4K) kota Prabumulih akan kembali mengucurkan benih kedelai ke masyarakat.

Itu dilakukan agar meringankan beban masyarakat dalam pembelian benih, terlebih selama banjir masyarakat tidak bisa mencari nafkah.

"Tim kita sudah turun ke lokasi-lokasi banjir, sesuai paantauan kita banyak lahan pertanian terendam banjir seperti di Kelurahan Payuputat dan Kelurahan Sungai Medang. Akibat banjir ini banyak petani kedelai yang dijadwalkan Februari panen menjdi gagal, namun meski demikian kita telah berikan bantuan benih kedelai lagi," ujar Kepala DP4K kota Prabumulih, Drs Syamsurijal Sip MSi kepada wartawan, Selasa (26/1/2015).

Syamsurizal mengatakan, para petani tidak bisa panen lantaran kedelai yang terendam air beberapa hari dalam kondisi busuk, petani harus mengganti tanaman ketika banjir sudah tidak lagi terjadi.

"Total lahan sesuai pantauan kita yang terendam sekitar 58 hektar, dimana sebanyak 50 hektar di Kelurahan Payuputat dan 8 hektar di Kelurahan Sungai Medang," jelasnya.

Seperti diberitakan, hujan yang terus menerus mengguyur kota Prabumulih sejak beberapa hari terakhir, membuat beberapa wilayah di Prabumulih mengalami banjir bandang.

Pantauan Tribun Sumsel di Kelurahan Payuputat, Kelurahan Sungai Medang dan beberapa desa di Kecamatan Rambang Kapak Tengah, banjir tidak hanya merendam rumah-rumah warga dan ratusan lahan pertanian, namun juga merendam beberapa fasilitas umum seperti sekolah yakni SDN 76 dan SDN 77 Prabumulih.

Ketinggian air yang merendam rumah dan lahan warga fariatif mulai ketinggian 50 cm hingga kedalaman 1,5 meter di lahan perkebunan.

Selain tidak bisa beraktifitas, masyarakat juga mengalami kerugian lantaran lahan kedelai dan jagung serta komuditas lainnya yang siap panen digulung luapan air sungai tersebut. Sementara anak-anak sekolah harus menggunakan perahu untuk masuk sekolah, lantaran air menggenangi halaman sekolah dan tidak masuk ke ruangan belajar mengajar.

Adapun berdasarkan data pihak Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih, banjir bandang merendam lahan kebun karet di Kelurahan tersebut seluas 600 hektar, lahan pertanian seperti jagung, padi dan kedelai berjumlah sekitar 300 hektar serta lahan tanam jagung maupun kedelai sebanyak 50 hektar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved