Minta Maaf Kepada ISIS, Ahmad Dhani dicela Nitizen

Sebagai bukti, Dhani menyebut bahwa ia pernah dikirimi bom buku pada Maret 2011.

KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Ahmad Dhani diabadikan di kediamannya, di Jalan Pinang Mas II, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2016). 

TRIBUNSUMSEL.COM.JAKARTA- Karena tweet-nya yang berisi permintaan maaf kepada ISIS, artis musik Ahmad Dhani (43) dicela oleh sejumlah netizen.

Menurut Dhani, mereka yang mencelanya itu tak memahami maksud pernyataannya, yang disampaikannnya melalui akun Twitter-nya pada Kamis (14/1/2016).

"Sebenarnya saya enggak tahu, tapi kata Mama saya banyak yang mem-bully," kata Dhani dalam jumpa pers di kediamannya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016).

"Untuk mereka yang mem-bully, yang menganggap saya penakut dan lain-lain, mereka sebenarnya cukup delusional, karena saya ini termasuk musisi yang terdepan dalam menghalau pemikiran radikalisme," katanya lagi.

Sebagai bukti, Dhani menyebut bahwa ia pernah dikirimi bom buku pada Maret 2011.

"Jadi, saya adalah musisi yang terdepan dalam menghalau radikalisme. Kalau enggak gitu, saya enggak dikirimi bom buku waktu itu," ucapnya.

"Mereka juga cukup delusional karena mereka enggak mengikuti sejarah. Tahun 2005 saja itu saya udah nyiptain lagu judulnya 'Laskar Cinta'. Itu lagu yang melawan pemikiran radikalisme," sambungnya.

"Tahun 2006 saya bahkan ada di Depertemen Pertahanan AS untuk menjelaskan radikalisme di depan jenderal-jenderal. Untuk orang-orang yang ngerti kisah saya itu, mereka akan membaca bahwa tweet saya itu tweet yang cerdas," ucapnya lagi.

"Untuk mereka yang ahistoris, ya mereka akan mengejek saya. Mereka tidak paham soal radikalisme dan perjalanan saya. Bisa juga mereka lupa bahwa saya dulu juga pernah diberi bom buku," tekannya.

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved