Ledakan di Jakarta
Novi Korban Masih Alami Gangguan Pendengaran Pasca Terkena Teror Bom Sarinah
Novi juga belum bisa beraktivitas seperti biasa akibat luka di beberapa bagian tubuhnya yang mengharuskan istirahat total untuk proses pemulihan.
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Hal yang masih terasa dari Andi Dina Noviana (31) adalah gangguan pendengaran pasca terkena ledakan bom Sarinah pertama kali di dalam Starbucks Coffee Gedung Cakrawala, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) siang.
Sampai siang ini, Novi juga belum bisa beraktivitas seperti biasa akibat luka di beberapa bagian tubuhnya yang mengharuskan istirahat total untuk proses pemulihan.
"Kata dokter kemarin, saya harus diperiksa THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) sama rontgen. Saya kan dirawat di rumah sakit ibu dan anak, jadi baru dikasih pertolongan pertama, belum yang lainnya," kata Novi saat dikunjungi Kompas.com, Jumat (15/1/2016).
Untuk kondisi saat ini, Novi mengaku kurang terlalu bisa mendengar suara apa pun, termasuk suara lawan bicaranya. Dari waktu terkena ledakan sampai sekarang, telinga Novi masih terus-terusan mendengung tanpa henti.
Selain mengalami gangguan pendengaran, Novi juga harus mendapat 12 jahitan di lengan tangan kirinya. Telapak tangan kanan dan kaki sebelah kanannya juga masih diperban karena terkena pecahan kaca dari ledakan kemarin.
"Buat gerakin tangan saja susah banget, sakit. Ini 12 jahitan sampai ke dalam-dalamnya. Kata dokter, biasanya, orang dijahit di kulit, saya dijahit di daging, dua lapis," tutur Novi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/novi-korban-bom-sarinah_20160115_161842.jpg)