Yudha: Ini Bukan Ambisi Pribadi, Tetapi Amanat
Masih belum jelasnya teknis dan mekanisme pemilihan Wakil Walikota (Wawako) Palembang, yang akan mendampingi Walikota Harnojoyo kelak
Penulis: Arief Basuki Rohekan |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Masih belum jelasnya teknis dan mekanisme pemilihan Wakil Walikota (Wawako) Palembang, yang akan mendampingi Walikota Harnojoyo kelak hingga massa tugasnya berakhir 2018, menjadikan posisi orang nomor dua di ibu kota Provinsi Sumsel tersebut mengambang.
Calon Wakil Walikota (Cawawako) Palembang dari PDIP sendiri, Yudha Rinaldi tidak mempermasalahkannya. Mengingat, yang berkepentingan dalam hal ini DPRD Palembang masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP), sebagai petunjuk teknis melaksanakan pemilihan kelak.
"Disini bukan untung atau rugi, tapi tahapan harus jelas. Sebab, dengan adanya wakil nanti efektivitas jalannya roda pemerintahan akan berjalan lancar, jadi sekarang tinggal menjalankan aturan yang ada saja,"katanya, Rabu (30/12/2015).
Dijelaskan mantan anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 ini, dengan adanya pendamping Harnojoyo jelas akan membuat pemerintahan berjalan, dan lebih pas dibanding kepala daerahnya menjalankan sendiri..
"Jika sepasang atau sendirian, pasti sepasang lebih efektif, karena dukungan politik kuat. Tetapi sekarang sesuai ucapan pak Gubernur Sumsel, menggungkapkan jika saat ini kurang gregetan dalam bekerja, jadi kalau dua pasti lebih optimal,"tandasnya.
Dilanjutkan Bendahara DPD PDIP Sumsel ini, ia kembali menegaskan jika majunya ia sebagai Cawawako Palembang, bukan karena ambisi besar secara pribadi, tetapi melaksanakan perintah partai. Sehingga, apapun hasilnya kedepan hal tersebut tidak jadi masalah.
"Ini bukan ambisi pribadi, tetapi amanat partai dan undang-undang yang memberikan kepada saya,"tegasnya.
Dengan adanya kejelasan tersebut, dirinya yang sudah dicalonkan partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut sejak September lalu, menyerahkan sepenuhnya ke DPRD Palembang.
"Jika mau didesak pak Wali atau DPRDnya juga sia-sia, sebab bagaimana aturan saja belum ada, dan dewan Palembang saat ini sedang berjuang untuk itu,"pungkasnya.