Malam Natal, Masjid di Perancis Dirusak dan Al-Quran Dibakar

Lebih dari 600 orang di Korsika, Perancis, merusak masjid sebagai aksi balasan terhadap sebuah insiden di kawasan tersebut.

dailymail.co.uk
Al-Quran yang dibakar di masjid Korsika, Perancis. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Lebih dari 600 orang di Korsika, Perancis, merusak masjid sebagai aksi balasan terhadap sebuah insiden di kawasan tersebut.

Aksi itu disebut-sebut sebagai bentuk pembalasan dari aksi serangan terhadap dua petugas PMK dan seorang polisi, yang diduga dilakukan oleh sekelompok remaja muslim.

Sebagaimana dikutip dari The Daily Mail, ratusan pelaku tak hanya merusak masjid, tapi juga membakar sekitar 50 buah Al-Quran, sambil meneriakkan kata-kata "Arab Pergi!" dan "Ini Rumah Kami".

PM Prancis, Manuel Valls melalui Twitter menyatakan keprihatinannya terhadap aksi ini. Ia juga menyebut aksi serangan terhadap petugas PMK sebagai hal yang tak dapat ditoleransi.

Kejadian bermula ketika pada malam Natal, atau pada 24 Desember 2015 lalu, dua petugas PMK dihadang oleh sekelompok remaja.

Sebenarnya, belum jelas siapa para remaja tersebut.

Tapi entah bagaimana, warga meyakini para remaja itu adalah sekelompok warga Arab.

Tak lama, ratusan warga berkumpul, dan melakukan demonstrasi di depan kantor polisi.

Mereka kemudian bergerak ke arah masjid, dan langsung melakukan aksi anarkis.

Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazaneuve, berjanji akan mengusut kasus ini dengan adil.

Dia mengatakan, pelaku dari dua insiden, sama-sama akan ditangkap.

Kondisi di Korsika dikabarkan masih mencekam. Petugas keamanan menjaga ketat beberapa masjid dan pusat kegiatan warga muslim di pulau ini. (Surya Malang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved