Nurdin Ketahuan Simpan Sabu di Dalam Dispenser

Sabu-sabu itu rencanaya akan diantarkan Nurdin kepada salah satu bandar yang berada di daerah Banyuasin berinisial LK.

Nurdin Ketahuan Simpan Sabu di Dalam Dispenser
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Kasat Res Narkoba, Kompol Rocky Marpaung SH SIk MM menunjukkan barang bukti sabu-sabu seberat 1 ons. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Berhasil membawa narkoba berjenis sabu-sabu dari kota Medan ke Palembang, membuat Nurdin (42) warga Kecamatan Alus Mambu Provinsi Aceh Utara ini kembali mengulangi aksinya.

Namun sialnya,‎ baru sehari kembali dari Medan usai mengambil sabu-sabu tersebut, Nurdin keburu diamankan oleh anggota Sat Res Narkoba Polresta Palembang, saat berada di kontrakannya yang terletak di Jalan Noerdin Pandji Lorong Sabar Kecamatan Sukajaya Kecamatan Sukarami, Selasa (23/12/2015) sekitar pukul 15.30 yang lalu.

Saat digeledah di kediamannya, ikut pula diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1 ons yang diletakkannya di dalam sebuah dispenser.

Sabu-sabu itu rencanaya akan diantarkan Nurdin kepada salah satu bandar yang berada di daerah Banyuasin berinisial LK.

Bila diuangkan, sabu-sabu tersebut bisa dihargai hingga Rp 100 juta.

"Saya sudah pernah sekali pak mengantarkan sabu itu, ukurannya sama 1 U (ons). Baru bulan ini juga saya mengantarkannya. Saya hanya disuruh AR pak. Teman saya saat di Aceh dulu. Tapi dia sekarang tinggal di Medan," ujar pria yang mengaku baru tinggal lima bulan di kota Palembang saat dibincangi Tribunsumsel.

Menurut Nurdin, setelah berkomunikas melalui telepon, AR menyuruhnya untuk mengambil sabu-sabu tersebut ke Medan.

Dari Palembang, ia berangkat menggunakan jalur udara menuju ke Medan.

Usai mendapatkan barang haram tersebut, ia kembali menuju Palembang dengan menumpang bus antar kota.

Tak ada yang curiga jika ia merupakan kurir yang bertugas mengantarkan sabu-sabu.

Pasalnya, sabu-sabu yang dibungkus dalam satu plastik putih berukuran kecil ini, di letakkan dengan rapi di dalam tas yang ia bawa.

Setelah tiba di kota Palembang, sabu-sabu itu akan diantarkan kepada LK yang berada di daerah Banyuasin.

Nurdin mengaku, setiap kali mengantarkan sabu-sabu tersebut ia diupah sebesar Rp 4 juta.

"Setelah di tangan LK, saya tidak tahu lagi sabu-sabu itu diapakan. Saya hanya diupah Rp 4 juta itu bersih pak. Ongkos di perjalanan sama makanan di perjalanan ditanggung AR itu. Penghasilan saya kurang pak, jadi saya mau mengerjakan pekerjaan ini untuk menghidupi keluarga," ujar pria yang mengaku berprofesi sebagai sopir pengangkut tanah ini.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved