Pengamat: Ada Perubahan Pola Komunikasi dan Serangan Teroris
Ia mengatakan, kepulangan 100 orang alumni Suriah beberapa waktu lalu ke Indonesia patut dicurigai.
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Pengamat teroris Al Chaidar menduga, ada perubahan pola komunikasi dan serangan yang dirancang para terduga teroris pada malam Natal dan pergantian Tahun Baru 2016. Hal itu menyusul ditangkapnya sembilan terduga teroris oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri beberapa hari terakhir.
Dari hasil keterangan sementara, terjadi perubahan istilah bagi para pelaku bom bunuh diri, yaitu dari "calon pengantin" menjadi "konser". Chaidar menduga, perubahan pola tersebut terjadi lantaran adanya perubahan ideologi.
"Ibaratnya, ini anggur lama pada botol baru. Orangnya lama tapi kelompoknya baru," kata Chaidar kepada Kompas.com, Selasa (22/12/2015).
Selama ini, ia mengatakan, kelompok teroris di Indonesia lekat dengan Wahabi. Namun, di dalam Wahabi itu sendiri terdapat tiga ideologi, yakni Murji'ah, Jihadi, dan Takjiri. Adapun yang berkembang di Indonesia selama ini adalah ideologi Jihadi dan Murji'ah.
Alumni Suriah
Ia mengatakan, kepulangan 100 orang alumni Suriah beberapa waktu lalu ke Indonesia patut dicurigai. Sebab, mereka diduga merupakan berafiliasi dengan kelompok ISIS. Kelompok itu selama ini dikenal dekat menggunakan ideologi Wahabi Takjiri.
"Takjiri itu berani mengkafiri orang lain. Mereka mengulang tindakan lama yang dilakukan Al Qaeda yaitu dengan bom bunuh diri, penyerangan secara brutal. Bagi mereka itu adalah fitrah islam yang sebenarnya," kata dia.
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti sebelumnya menyatakan, jika sembilan orang yang ditangkap Densus 88 merupakan eks Jamaah Islamiyah. Mereka diduga berafiliasi dengan jaringan ISIS.
Dugaan sementara, para terduga itu akan melancarkan aksi serangannya terhadap sejumlah pihak mulai dari pejabat kepolisian, anggota dan mantan anggota Densus 88, kantor kepolisian dan kelompok islam tertentu seperti Syiah.
"Tapi kita sudah koordinasi dan melakukan langkah antisipasi, terutama serangan terhadap pejabat tinggi negara," kata Kapolri di Kantor Kemenkopolhukam, Senin (21/12/2015).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/personel-densus-88-anti-teror_20151222_121647.jpg)