Petani OKU Timur Lirik Tanaman Kakao
Saya membudidayakan tanaman kakao sejak tahun 2004 lalu. Saya lebih memilih menanam kakao dan terus meremajakannya. Harganya cukup stabil.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Harga jual kakao yang cukup tinggi dan tetap stabil sepanjang tahun membuat sejumlah petani di Kabupaten OKU Timur terus membudidayakan tanaman tersebut.
Bahkan sebagian petani mengaku sudah membudidayakan tanaman coklat tersebut sejak beberapa tahun lalu.
“Saya membudidayakan tanaman kakao sejak tahun 2004 lalu. Saya lebih memilih menanam kakao dan terus meremajakannya. Harganya cukup stabil. Meskipun mengalami penurunan namun tidak sampai terlalu rendah seperti karet dan tanaman perkebunan lainnya,” ungkap Yusuf (61) petani Kakao asal Kecamatan Bunga Mayang Senin (14/12/2015).
Yusuf mengaku lebih memilih menanam kakao dibandingkan menanam karet ataupun kopi. Kako kata dia, lebih unggul baik dari segi penghasilan maupun perawatan.
Yusuf mengaku memiliki lahan seluas satu hektare yang seluruhnya ditanaminya dengan tanaman kakao.
Menurutnya, dalam melakukan pemasaran petani kakao tidak terlalu sulit karena cukup menunggu pengepul (tauke, red) datang membeli hasil panen.
“Bahkan kadang-kadang belum sempurna kering pembeli sudah datang dan langsung membayarnya,” katanya.
Sementara untuk harga kata dia, selama ini masih tetap stabil dengan kisaran diatas Rp. 10 Ribu per kilogram.
Bahkan jika pangsa pasar sedang bagus per kilogram kakao terkadang dibeli dengan harga Rp. 20-24 Ribu per kilogram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/petani-kakao_20151215_101739.jpg)