Benzema Tidak Ingin Skandal Video Seks Halangi Impian Piala Eropa

Sayangnya, Benzema telah dinyatakan bersalah dalam kasus pemerasan terhadap teman setimnya, Mathieu Valbuena, terkait video seks.

STANDARD.CO.UK
Karim Benzema dan salah satu pacar putus-sambungnya, Analicia Chaves. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PARIS - Piala Eropa 2016 enam bulan lagi, tapi skandal pemerasan video seks yang melibatkan Karim Benzema terus menghantui persiapan Prancis sebagai tuan rumah.

Apalagi Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Noel Le Graet mengumumkan di Paris, Kamis (10/12/2015), striker Real Madrid itu diskors dari skuad Les Bleus, julukan Prancis.

Le Graet meminta Pelatih Prancis Didier Deschamps fokus pada opsi lain di lini serang dalam menyiapkan tim untuk laga pembukaan Piala Eropa 2016, 10 Juni.

Benzema adalah pencetak gol terbanyak di antara semua pemain Les Bleus saat ini dengan 27 gol dari 81 cap.

Sayangnya, Benzema telah dinyatakan bersalah dalam kasus pemerasan terhadap teman setimnya, Mathieu Valbuena, terkait video seks.

Benzema kini terancam hukuman penjara lima tahun dan telah dilarang berhubungan dengan Valbuena.

Jadi, tak mengejutkan ketika Le Graet menyatakan pemain berusia 27 tahun itu tak boleh memperkuat Prancis sampai kasusnya selesai.

Le Graet mengakui keputusan itu memang menyayat hati, tapi berharap kasus pemerasan ini bisa tuntas sebelum Piala Eropa 2016 digelar.

Benzema pun berharap demikian, karena sangat ingin membela Les Bleus.

"Piala Eropa adalah ajang besar yang saya impikan, begitu juga para pemain lain," ucap Benzema dalam wawancara dengan TF1.

Benzema menambahkan, "Saya tak cemas dan berharap kasus ini segera selesai agar saya bisa tampil di Piala Eropa 2016."

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved