Hanesti Hanya Diam dan Ketakutan saat Mulut Dilakban Gurunya

guru kelas Hanesti Hasian, meminta anak-anak muridnya agar jangan ribut, karena dirinya ada urusan sebentar.

Editor: Weni Wahyuny
IST
Hanesti Hasian, murid kelas III SD Adven Sagulung, yang mulutnya di lakban oleh gurunya 

Laporan wartawan Tribun Batam, Ian Pertanian

TRIBUNSUMSEL.COM, BATAM - Kejadian mulut anak SD di Batam yang dilakban sebenarnya sudah terjadi sepekan terakhir, yakni pada 1 Desember 2015 yang lalu.

Pihak orang tua mengaku sengaja menahan kasus tersebut dengan harapan ada itikad baik dari guru di sekolah tersebut.

"Saya masih menahan kasus ini, menunggu ada niat baik dari guru dan kepala sekolah SD Adven, tetapi tidak ada juga," kata Samsana Ramauli, orangtua Hanesti Hasian.

Samsana mengatakan, dari pengakuan Miss A, guru kelas Hanesti Hasian, meminta anak-anak muridnya agar jangan ribut, karena dirinya ada urusan sebentar.

Dia juga sudah menunjuk satu orang siswa, untuk mencatat siapa yang ribut, jadi saat Miss A keluar ruangan, murid-murid ini sudah ribut.

"Ketika Miss A kembali ke ruangan dia meminta nama murid yang ribut. Murid yang ditunjuk itu memberikan nama tujuh murid yang ribut di kelas," terang Samsana, menirukan keterangan Miss A.

Dilanjutkan Samsana, setelah Miss A, menerima nama-nama siapa yang ribut, Tanpa banyak tanya lagi, Miss A langsung mengambil lakban dan melakban mulut ketujuh murid yang ribut.

"Murid tersebut hanya diam dan ketakutan," terangnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved