Meme Pertanyaan di Sidang MKD Ini Bakal Bikin Kamu Tertawa Lepas

Sementara itu, hal yang paling menjadi perhatian adalah satu diantara anggota MKD dari partai golkar Kahar Muzakir. Ia menjadi perbicangan di media

1cak
Meme dalam persidangan MKD 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) telah menggelar sidang terkait kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (2/12/2015).

Hal tersebut diduga dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto bersama pengusaha dan pimpinan Freeport.

Dalam sidang tersebut, MKD meminta keterangan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang merupakan pelapor dalam kasus ini.

Sidang tersebut dilakukan secara terbuka, dan ditayangkan secara live di televisi.

Sidang ini pun banyak menarik perhatian.

Mungkin karena kasusnya lumayan hangat dan proses sidang yang terasa agak panas.

Apalagi penuh dengan interupsi dan bikin geregetan nontonnya.

Sementara itu, hal yang paling menjadi perhatian adalah satu diantara anggota MKD dari partai golkar Kahar Muzakir.

Ia menjadi perbicangan di media sosial, karena dianggap jauh dari substandi permasalahan yang dibahas.

Karena pertanyaan yang diberikan oleh MKD melebar kemana-mana dan terkesan memojokkan sang pelapor, Sudirman Said.

Jadilah netizen rame ngetwit dengan hestek #pertanyaanMKD jadi trending topic.

Dan sejumlah meme kocakpun bertebaran yang bikin siapapun yang melihatnya ngakak abis.

Berikut ini sejumlah meme kocak yang dihimpun dari berbagai sumber terkait pertanyaan MKD.

Masyarakat Khawatir Putusan MKD Diintervensi

Koalisi Masyarakat Sipil dan sejumlah tokoh mengaku khawatir sidang etik mengenai lobby-lobby Freeport yang ditangani Mahkamah Kehormatan Dewan diintervensi pihak-pihak tertentu.

Sehingga putusannya tidak dapat memuaskan publik yang sudah terlanjur kecewa dengan sikap Ketua DPR, Setya Novanto.

"Padahal dalam sidang MKD, terungkap percakapan yang membuat marah masyarakat karena memperlihatkan bagaimana negara ini diperjualbelikan oleh segelintir makelar atas nama rakyat," kata anggota KMS, Romo Benny Susetyo di Pulau Dua, Senayan, Jumat (4/12/2015).

Apalagi, kata Benny, jika melihat dua saksi yang sudah dihadirkan oleh MKD dalam persidangan.

Baik Menteri ESDM Sudirman Said, maupun Maroef Sjamsoeddin juga sudah membuktikan Setya melakukan pelanggaran kode etik DPR, maka sudah sepatutnya aparat penegak hukum berjalan masuk untuk lebih menelusuri kasus tersebut.

Tidak perlu lagi sampai menunggu putusan MKD.

"Karena kan sudah jelas dua saksi yang dihadirkan membuktikan Novanto melanggar. Jadi ini sebenarnya momentum untuk bersih-bersih, KPK dan Kejaksaan segera bertindak. Agar memutuskan masalah tentang negara ini yang dikendalikan oleh pedagang-pedagang negara yang merampok uang rakyat," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved