Antisipasi Longsor, Pemkab OKUT inta Pemprov Sumsel Pasang Bronjong

Nasrudin mengaku sudah meminta pihak balai Provinsi Sumsel untuk melakukan pemasangan bronjong di tujuh titik rawan tersebut.

SRIPOKU.COM/EHDI YASIN
ILUSTRASI: Salah satu tebing di kawasan Tanjung Sakti yang sudah dikikis upaya menekan terjadinya longsor. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Sebanyak tujuh titik lokasi di sepanjang ruas jalan jalur Komering Martapura-Kayuagung rawan longsor dan amblas. Demikian diungkapkan kepala Dinas PU Pengairan OKUTimur Nasrudin Jumat (20/11/2015).

Menurut Nasrudin untuk mengantisipasi kerusakan yang semakin parah, pembangunan bronjong di bibir sungai yang berbatasan langsung dengan badan jalan sangat diperlukan. Nasrudin mengaku sudah meminta pihak balai Provinsi Sumsel untuk melakukan pemasangan bronjong di tujuh titik rawan tersebut.

"Saat ini sudah memasuki musim penghujan yang tentu saja sangat membahayakan pengendara. Yang dikhawatirkan ruas jalan mengalami amblas dan longsor ketika hujan deras dan air sungai Komering sedang naik," katanya.

Nasrudin merilis tujuh titik rawan longsor dan amblas disepanjang ruas jalur Komering tersebut Masing-masing di Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Desa Gunungbatu, Kecamatan Cempaka, Desa Muncakkabau, Kecamatan BP Bangsa Raja, Desa Bantan, Kecamatan BP Peliung, Desa Pulaunegara, Kecamatan BP Peliung, Desa Negeriagung, Kecamatan BP Peliung dan Kelurahan Pasar, Kecamatan Martapura.

"Ketujuh titik ini sangat mendesak sekali untuk dilakukan pemasangan bronjong, agar jalan berada ditepi sungai Komering tersebut tidak amblas,” katanya.

PU Pengairan kata dia, sudah melayangkan surat kepada balai provinsi agar segera dilakukan pemasangan bronjong dalam waktu dekat mengingat lokasi ketujuh titik tersebut sangat rawan. Sebenarnya kata dia, masih banyak lokasi yang mulai tergerus aliran sungai Komering. Namun yang sangat mendesak dan diprioritaskan hanya di tujuh lokasi tersebut.

"Kita juga akan melakukan normalisasi sungai sepanjang untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat intensitas hujan mulai tinggi. Sungai yang akan di normalisasi masing-masing sungai Macak sepanjang 100 Km yang sudah dilaksanakan 50 persen. Normalisasi sungai Belitang sepanjang sepanjang 100 km yang saat ini sudah dinormalisasi sekitar 15-20 persen.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved