Itniarti Bantah Lakukan Politik Uang di Pilkades Bunga Mas Kikim Timur
Saya ini biasa dek ngasih uang warga Rp50 sampai Rp100 untuk bantu terlebih saya anggota DPRD makanya saya kembali terpilih di periode kedua.
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Itniarsih salah satu dari lima pasangan Calon Kades (Cakades) di Desa Bungamas, Kecamatan Kikim Timur membantah telah melakukan politik uang saat pemenanganya dalam Pilkades beberapa waktu lalu. Kendati demikian dirinya tak mempersoalkan jika empat kompetitornya mempersoalkan kemenanganya.
Di sisi lain, empat calon yakni Suhairi, Listiawa, Usaiaman Arsi dan Alkindi menilai Pilkades penuh kecurangan sehingga keempat cakades ini meminta agar Pilkades diulang atau meminta Itniarsih gugur dari bursa cakades.
"Silakan saja keempat calon yang kalah mengatakan kami melakukan politik uang tapi kami tidak merasa melakukan itu dan silakukan dibuktikan. Kemenangan kami memang kehendak masyarakat,"terang Ipniarti disampaikan suaminya Nizarudin, Selasa (17/11).
Dikatakan Nizar yang juga anggota DPRD Lahat ini, tidak benar apa yang disangkakan empat orang cakades kepada istrinya. Menurutnya pemberian sembako kepada warga adalah hal yang biasa keluarganya lakukan sebagai bentuk sedekah kepada warga. Terkait politik uang yang dituduhkan diungkapkan Nizar tidak pernah dilakukan ia dan istrinya dalam Pilkades. Namun diakuinya ia pernah meminjamkan uang kepada warga.
"Saya ini biasa dek ngasih uang warga Rp50 sampai Rp100 untuk bantu terlebih saya anggota DPRD makanya saya kembali terpilih di periode kedua. Namun apa yang saya dan istri saya lakukan selama ini tidak ada kaitanya dengan Pilkades. Kami memberi sembako bukan karena kami ingin mengarahkan apalagi memaksa warga untuk memilih,"tegasnya.
Sebenarnya, kata Nizar empat calon yang menjadi kompetitor istrinya seharusnya introfeksi diri. Apa yang telah dilakukan kepada masyarakat selama ini?. Kenapa istri saya bisa menang hingga 60 persen padahal calonya lima pasang.
"Istri saya menang karena kehendak warga buktinya 60 persen. Telak sekali. Kalau warga lebih memilih salah satu diantara keempatnya mereka yang menang. Jadi silakan saja kalau mereka ingin menuduh,"ujarnya.
Sebelumnya, Senin (16/11) empat pasang calon yang menjadi kompetitor Itniarsih yakni Suhairi, Listiawa, Usaiaman Arsi dan Alkindi mendatangi kantor Tribun dan Sripo. Dalam kesempatan tersebut keempatnya menceritakan kalau Pilkades di Bungamas penuh kecurangan. Cakades yang memperoleh suara terbanyak dianggap curang dengan menggunakan politik uang, pembagian sembako dan mengarahkan panitia penyelenggara untuk memenangkan Itniarsih.
"Pilkades penuh kecurangan dan kami punya bukti kuat atas politik uang dan pembagian sembako yang dilakukan,"tegas keempat Cakades yang disuarakan Suhairi.
Atas kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan keempatnya sudah melaporkan mulai dari panitia, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga ke Bupati Lahat. Namun sejauh ini belum ada tindakan atau pengusutan terkait tudingan mereka.
"Kita berani melapor karena kita punya bukti kuat. Kami seperti tak dianggap dalam Pilkades,"sesalnya.
Terpisah, Kepala BPM PEMDES Pemkab Lahat, Rizal Baqi menuturkan terkait persoalan di Pilkades Bungamas pihaknya sendiri sudah menurunkan tim untuk mencari kebenaranya. Menurut Rizal hasil yang diperoleh akan dilaporkan ke inspektorat.
"Ya memang ada laporanya. Makanya kita turunkan tim. Kalau memang ada pelanggaran seperti adanya dugaan unsur pidana melakukan politik uang maka yang bersangkutan bisa dipenjara,"jelasnya.
Menurut Rizal jangankan Cakades ketika ua sudah menjadi kades jika terbukti melakukan tindakan pidanah bisa dicopot apalagi kalau masih cakades bisa saja gugur. Namun tetap atas laporan tersebut harus dibuktikan.
"Kalau memang terbukti sudah otomatis yang bersangkutan di gugurkan atau dipecat nantinya. Saat ini tim lagi melakukan mediasi dan mencari fakta sebenarnya,"tegasnya. (Ehdi Yasin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kades-bunga-mas_20151116_144744.jpg)