Fahri Hamzah Transkrip Rekaman Soal Pembicaraan Freeport Beredar

Politikus PKS itu tidak mengetahui apakah Sudirman Said merekamnya secara langsung.

Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/SETPRES
Presiden Joko Widodo menerima kedatangan lima pimpinan DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2015). Kedatangan pimpinan DPR ini bertujuan untuk mengkonsultasikan rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPR Setya Novanto didampingi empat wakilnya, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto, dan Taufik Kurniawan. TRIBUNNEWS/SETPRES 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku kaget dengan adanya transkrip rekaman yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, pimpinan PT Freeport, dan seorang pengusaha berinisial R.

"Saya belum dengar rekamannnya. Yang jelas, saya agak kaget. Kok bisa ada perusahaan asing merekam seorang pimpinan lembaga negara di Indonesia, lalu itu dibocorkan jadi opini publik dan itu bekerja dan dengan seorang menteri menggunakan data itu," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Ia pun mempertanyakan oknum yang merekam pembicaraan tersebut dan bagaimana rekaman tersebut dibawa kepada Menteri ESDM Sudirman Said.

Politikus PKS itu tidak mengetahui apakah Sudirman Said merekamnya secara langsung.

"Dia bocorkan, saya enggak percaya itu perusahaan asing melakukan hal itu. Enggak masuk akal itu. Saya enggak bicara substansinya ya karena saya belum mendengar rekamannya," tuturnya.

Ia menilai transkip tersebut tidak bisa dijadikan dasar pelaporan.

Fahri mengaku perlu mendengar rekaman meskipun tetap mempertanyakan keanehan adanya transkrip tersebut.

"Saya terus terang luar biasa kok bisa ada ya operasi seperti ini. Concern saya seperti itu. Ini perusahaan asing apa maksudnya. Sehingga percakapan di ruang tertutup menjadi sasaran mereka. Karena saya tahunya percakapan itu bukan terjadi di gedung formil. Bukan di kantor Freeport, bukan di kantor DPR," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved