Teror di Paris

ISIS Terlibat dalam Serangan Paris?

Satu diantara pelaku penyerangan di areal konser Batalcan mengekspresikan dukungan untuk Kelompok Negara Islam militan (ISIS).

AFP
Paris Mencekam 

TRIBUNSUMSEL.COM, PARIS - Perancis telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan memperketat wilayah perbatasan perbatasan usai sedikitnya 120 orang tewas dalam sebuah serangan bom yang terjadi di Paris yang dimulai sejak Jumat malam, (13/11/2015) waktu setempat.

Dilansir Telegraph.co.uk, Sabtu (14/11/2015), 80 orang dilaporkan tewas setelah sejumlah pria bersenjata menyerbu masuk ke area konser Bataclan dan menyandera puluhan orang.

Sementara itu, pelaku penyerangan tidak hanya melakukan penyerangan di areal konser tetapi juga menembak sejumlah orang di bar dan restoran.

Aksi penyerangan tersebut akhirnya mampu diredam usai pasukan keamanan menyerbu lokasi yang menjadi titik penyerangan dan berhasil menembak mati para pelaku penyerangan yang dilaporkan berjumlah enam orang.

Meski pihak kepolisian memastikan kalau para pelaku penyerangan tewas.

Namun, hingga saat ini pihak kepolisian di Prancis belum bisa memastikan jumlah keseluruhan pelaku penyeangan di areal konser, bar, dan restoran sudah ditembak mati.

Warga Paris sendiri diminta untuk tidak keluar rumah dan tetap berada di dalam ruangan dan sekitar 1.500 pasukan militer sudah diterjunkan untuk mengamankan setiap lokasi di Paris.

Terkait motif penyerangan, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak otortitas setempat.

Namun, seorang saksi mata mendengar kalau satu diantara pelaku penyerangan di areal konser Batalcan mengekspresikan dukungan untuk Kelompok Negara Islam militan (ISIS).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved