Breaking News:

RS Siloam: Kami Pastikan Limbah Kami Tak Ganggu Masyarakat

"Semua limbah yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit ini memiliki ijin, dan limbah ini kita kelola sendiri," ujarnya didepan para awak media, Selasa

TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Pihak RS Siloam memberikan keterangan terkait limbahnya, Selasa (10/11/2015) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mendapatkan isu miring, terkait pengolahan limbah cair dari rumah sakit yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Membuat pihak Rumah Sakit (RS) Siloam yang berada di Jalan POM IX Kecamatan Ilir Barat (IB) I ini angkat bicara.

Diwakili oleh facility management safety (FMS) RS Siloam, Laurensius Frans, ia membatah semua tuduhan itu, dan pihaknya memastikan tidak ada limbah yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

"Semua limbah yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit ini memiliki ijin, dan limbah ini kita kelola sendiri," ujarnya di depan para awak media, Selasa (10/11/2015).

Menurut Laurensius mengatakan, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki oleh RS Siloam berada tepatnya dibawa basement dengan kapasitas daya tampung sebanyak 250 meter kubik.

Menurut Laurensius, jumlah itupun takkan akan terisi sampai penuh karena pengelolaan limbah terus dilakukan setiap harinya.

"Rumah sakit kita ini belum terisi penuh. Dalam sehari limbah cair yang kita hasilkan ini sekitar 100 meter kubik, atau separuh dari daya tampung IPAL kita," katanya.

Laurensius menjelaskan, limbah cair yang dihasilkan oleh RS Siloam, ditampung dalam satu bak limbah yang kemudian diproses dan dikelola dalam enam bak berbeda, lalu dilakukan uji sample limbah, sebelum limbah itu dibuang kesaluran kota.

"Didalam IPAL tersebut juga kita pelihara ikan lele, yang menyatakan limbah itu masih bersih untuk kehidupan makhluk hidup, bukti nyatanya ya lele-lele itu," katanya.

Selain itu, Laurensius menjelaskan, setiap bulannya juga di IPAL tersebut diberikan biotren atau bakteri pengurai, dan setiap tiga bulan sekali, diuji oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Palembang tentang limbah yang dihasilkan.

"Yang terakhir, menurut BLH, bau yang dikeluarkan oleh limbah kita ini masih normal."

"Rumah sakit ini lingkungannya luas, mal-mal juga mempunyai limbah cair, bisa jadi juga limbah mereka bercampur, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, namun saya tidak menuduh, " terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved