Reporter Cilik: Jadi Presiden, Bapak Stres ya?

Mendengar pertanyaan itu, Jokowi lalu menjelaskan soal rutinitasnya sehari-hari sebagai seorang Presiden

Editor: Weni Wahyuny
Kompas/Heru Sri Kumoro
Suasana pengambilan gambar wawancara antara Pemimpin Redaksi harian Kompas Budiman Tanuredjo dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/10). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ada-ada saja pertanyaan yang dilontarkan para reporter cilik saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa (20/10/2015) pagi. Rasa ingin tahu mereka akan tugas Presiden pun membuat Jokowi terkekeh-kekeh dicecar antusiasme para bocah yang duduk di sekolah dasar itu.

"Jadi Presiden bapak stres ya? Pernah nggak bapak stres?" tanya Wafi.

Bocah kelas VI SD Cordova itu adalah satu dari 50 pelajar SD se-Jabodetabek yang terpilih sebagai reporter cilik binaan sebuah media massa nasional. Mereka mendapat kesempatan mewawancarai Presiden Jokowi yang didampingi Kepala Staf Presiden Teten Masduki di Istana Negara hari ini.

Mendengar pertanyaan itu, Jokowi lalu menjelaskan soal rutinitasnya sehari-hari sebagai seorang Presiden. Menurut dia, menjadi Presiden segala sesuatunya sudah teragenda dan setiap jamnya sudah ada kegiatan yang menanti.

Aturan-aturan yang ditetapkan protokoler pun harus dijalani demi keamanan dan kelancaran aktivitas Kepala Negara. Jokowi mengakui semenjak jadi presiden, tak pernah ada hari tanpa masalah.

"Kalau Presiden, selalu ada masalah, beban pasti ada tapi nggak boleh wajahnya Jokowi itu sedih, gusar, marah, nggak boleh. Harus kelihatan cerah dan optimis," kata dia. "Nah, wajah saya hari ini cerah, optimis ndak?" ungkap Jokowi sambil menunjukkan senyum lebarnya.

"Lumayan Pak!" celetuk anak-anak. "Lah kok lumayan sih?" sahut Jokowi sambil tertawa.

Teten pun tak kuasa menahan senyumnya melihat kepolosan anak-anak yang tampak tak canggung di hadapan Presiden itu.

"Bapak sekarang mah kelihatan serius banget, nggak kayak dulu," Wafi menimpali.

Jokowi lalu mengatakan bahwa hidup tidak boleh dirudung pada kesedihan, sehingga sebisa mungkin dia menahan ekspresi penuh beban di hadapan semua orang. Tujuannya, kata dia, untuk menumbuhkan harapan dan rasa optimis kepada rakyat Indonesia.

"Kalau ada masalah, harus diselesaikan. Nggak boleh kelihatan stres, sedih," kata dia.

Tak hanya seputar beban tugas sebagai presiden, para bocah cilik ini juga penasaran dengan masa kecil Jokowi yang dihabiskan di Solo. Pertanyaan seputar kebiasaan membolos, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, hingga nilai rapor jadi hal-hal yang tak biasa ditanyakan kepada orang nomor satu ini.

"Sekali pun bapak nggak pernah bolos dari SD, SMP, SMA. Nggak pernah. Sampai rumah, PR dikerjakan," ungkap dia.

"Nilai bapak dulu bagus nggak?" tanya reporter cilik lagi. "Ya lumayan, bapak dulu SD juara 1, SMP juga, SMA jadi juara umum satu sekolah," kenang Jokowi dan langsung mendapat tepuk tangan reporter-reporter cilik itu.

Menutupi sesi wawancara dengan reporter cilik, Jokowi meminta mereka untuk bisa meneladani nilai-nilai luhur seperti kerja keras, ketekunan, hingga kejujuran yang akan jadi modal sebagai pemimpin kelak. Dia juga meminta anak-anak untuk tetap terus belajar, dan menerapkan pola hidup sehat. (Sabrina Asril)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved