Saat Akan Diotopsi, Mayat Ini Malah Hidup Lagi

"Mayat itu bernapas. Kami melihat perutnya bergerak naik dan turun, "ujar seorang staf rumah sakit yang telah mengambil pria itu hingga otopsi.

Independent.co.uk

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang pria India yang telah dinyatakan meninggal oleh dokter di staf rumah sakit di Mumbai, India terkejut.

Ini dikarenakan pria tersebut ternyata masih hidup sebelum otopsi akan dimulai.

Dilansir Independent.co.uk, pria tersebut dilaporkan berusia antara 45 dan 50, ditemukan tak sadarkan diri oleh polisi di halte bus.

Dan dibawa ke Rumah Sakit Sion, dimana ia dinyatakan meninggal setelah nadinya diperiksa.

Polisi mengatakan bahwa tubuh ditutupi dengan kain putih.

Sementara dokter membuat laporan tentang kematian dalam buku harian korban lingkungan.

Setelah seseorang dinyatakan mati, tubuh mereka disimpan di bangsal korban selama dua jam yang dikenal sebagai periode pendinginan.

Namun bangsal korban ternyata penuh dan pria itu dikirim langsung ke kamar mayat, Hindustan Times melaporkan,

Dimana ia dianggap telah disimpan sebelum diambil untuk diotopsi.

"Mayat itu bernapas. Kami melihat perutnya bergerak naik dan turun, "ujar seorang staf rumah sakit yang telah mengambil pria itu hingga otopsi.

Situs berita mengklaim dokter kemudian menghancurkan semua catatan kematian pria itu, sementara polisi meminta laporan atas insiden tersebut.

Tapi Dekan rumah sakit, Sulman Merchant, mengatakan kepada Hindustan Times dokter rumah sakit telah ditekan oleh polisi untuk mengesahkan pria tersebut meninggal.

"Pasien itu diatas tandu dan wajah dan telinganya yang penuh dengan belatung, biasanya terlihat pada tubuh membusuk," menambahkan bahwa denyut nadi manusia dan detak jantung tidak hadir dan menunjukkan dilatasi pupil tetap, yang "umum pada pasien yang dekat dengan kematian ".

Ini bisa menyebabkan deklarasi kematian yang salah, Merchant mengatakan, sementara juga mengklaim bahwa dokter itu "terintimidasi" oleh kehadiran polisi.

"Polisi terus mengatakan dokter pasien itu mati dan bersikeras dia menyatakan dia mendesak."

Pria itu dikatakan memulihkan diri dalam perawatan intensif dan rumah sakit adalah memutuskan pada protokol untuk memastikan hal ini tidak terjadi di masa depan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved