Meski Dollar Menguat, Penukaran di Bali Malah Menurun

"Untuk di Bali transaksi penukaran valuta asing dipengaruhi oleh tingkat kunjungan wisatawan mancanegara. Sekarang ini kunjungan wisatawan

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung 

TRIBUNSUMSEL.COM.DENPASAR - Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali menyatakan bahwa kurs dollar AS yang mencapai Rp14.000 tidak berpengaruh besar terhadap penukaran rupiah di Bali.

Ketua APVA Bali, Ayu Astuti Dhama mengaku bahwa saat ini transaksi penukaran dollar tidak mengalami kenaikan, bahkan cukup menurun.

"Untuk di Bali transaksi penukaran valuta asing dipengaruhi oleh tingkat kunjungan wisatawan mancanegara. Sekarang ini kunjungan wisatawan tidak seramai liburan beberapa waktu lalu atau bulan sebelumnya, masih biasa-biasa saja," kata Ayu saat dihubungi via telepon, Selasa (25/8/2015).

Ia menyatakan bahwa tidak banyak orang lokal maupun wisatawan mancanegara yang ramai-ramai menukarkan uangnya kepada anggotanya.

"Transaksi penukaran valas sekarang ini masih stabil. Kalau di Bali tidak ada spekulan yang ketika mendengar kabar dolar naik, tiba-tiba langsung berhamburan menukarkan uangnya itu tidak," ujarnya.

Saat ini, ia bersama anggotanya telah berupaya untuk dapat menjual valas dengan menggunakan split atau pembagian, yang awalnya hanya 30 dijadikan 70.

Split adalah selisih antara kurs riil dengan kurs yang diberikan kepada konsumen.

"Di sini kami hanya menjaga supaya tidak ada intervensi saja, kami sangat menjaga itu. Sebab dulu itu pernah kami diintervensi oleh pemerintah, yang awalnya satu dollar (AS) itu Rp13.800 menjadi Rp13.600," paparnya.

Sumber: Tribunnews
Tags
Rupiah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved