Klub Moge HDCI Klaim Mencintai Yogya

"HDCI Yogyakarta sudah menjadi duta wisata. Karena itu, pelaksanaan JBR ini multiefeknya luar biasa, pemasukan bagi hotel, kuliner, dan wisata di sini

Kompas.com
Foto dari warga Yogya: Erlanto Wijoyono saat menghadang konvoi Harley di Perempatan Condongcatur Depok Sleman 

TRIBUNSUMSEL.COM, YOGYAKARTA — Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta Gatot Kurniawan mengaku memang adanya segi positif dan negatif dari pelaksanaan Jogja Bike Rendezvous (JBR) yang melibatkan ribuan motor Harley. Walau demikian, pada dasarnya, pelaksanaan JBR merupakan bentuk kecintaan terhadap Yogyakarta.

"HDCI Yogyakarta sudah menjadi duta wisata. Karena itu, pelaksanaan JBR ini multiefeknya luar biasa, pemasukan bagi hotel, kuliner, dan wisata di sini," ucap Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta Gatot Kurniawan, Minggu (16/8/2015).

Gatot mengungkapkan, pihaknya tidak menampik jika pelaksanaan JBR juga mempunyai efek negatif bagi masyarakat. Misalnya, kebisingan akibat suara sepeda motor Harley dan kemacetan.

"Ya ada positif, tetapi juga ada negatifnya. Namun, panitia sudah mempertimbangkan efek negatifnya dan mengantisipasinya. Persiapan kami cukup lama," ujarnya.

Misalnya, menurut dia, biker peserta JBR diimbau menginap di hotel sekitar Jalan Magelang agar terkonsentrasi di satu wilayah. Selain itu, pelaksanaan konvoi hanya satu kali, dari Jogja City Mall menuju Prambanan.

"Kami imbau, jika mau jalan-jalan menuju kota, diminta tidak mengendarai Harley, tetapi menggunakan kendaraan umum, misalnya becak, taksi, andong, dan bus," katanya.

Selain itu, panitia juga mengubah indikator kesuksesan acara dari banyaknya jumlah biker yang ikut menghibur masyarakat.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved