Wanita Cantik Ini Dicampakkan Calon Suami Satu Jam Sebelum Acara Pernikahan

"Aku tak bisa menjelaskan apapun saat itu, orangtua dan keluargaku juga sangat kecewa, dan akupu rasanya ingin bunuh diri, tapi untunglah mereka mengu

Tayang:
the guardian
Cyndi Maisonneuve 

TRIBUNSUMSEL.COM - Tiap wanita tentu mendambakan pesta pernikahan yang sempurna. Namun, ada kalanya impian bisa tidak terwujud dengan mulus.

Siapa sangka, menjelang hari ‘H’, pesta yang sudah dirancang berbulan-bulan hancur seketika.

Hal itulah yang dialami Cyndi Maisonneuve, wanita asal Toronto, Kanada yang dicampakkan calon suaminya hanya satu jam jelang acara pernikahan.

Dilansir The Guardian, Sabtu (15/8/2015), sebelum memutuskan untuk menikah, Cyndi menceritakan kisah cintanya yang sangat romantis dengan pria yang ia harapkan akan menjadi pria terakhir yang singgah di hatinya.

Kisah cinta Cyndi berawal saat ia hadir dalam sebuah pertandingan bisbol. Ia bertemu dengan seorang pria bertubuh tinggi, tampan, dan lucu.

Cyndi mengaku langsung jatuh hati padanya dan pria itu ternyata memberikan respon positif sehingga sekitar dua bulan sejak pertemuan pertama. Mereka akhirnya memutuskan berpacaran.

"Hari-hari yang ku alami bersamanya sangat menyenangkan, dia sering membuat kejutan untukku dan selalu membuatku tertawa,"ungkap Cyndi.

Hari-hari Cindy semakin berwarna setelah bersama kekasihnya. Bahkan sejumlah orang iri melihat kebahagian Cindy dan kekasihnya. Namun, semuanya tetap medoakan agar kisah cinta mereka berakhir di pelampinan.

"Hal yang paling aku ingat saat kami berdua ke pantai, berjemur berdua di bawah terik matahari, ia terus menghiburku dan menjanjikan bahwa aku adalah wanita terakhir untuknya dan akan menikah denganku,"

Lebih lanjut Cyndi berujar bahwa kekasihnya itu sangat ramah dan baik, terutama dengan pihak keluarga Cyndi.

"Kedua orangtua dan adik-adikku sangat mengagumi kesahajaannya dan mereka sangat mendukung hubungan kami ke tingkat yang lebih serius,"ujar Cyndi.

Akhirnya setelah dua tahun menjalani masa pacaran, kekasihnya itu mengajak Cyndi menikah dan ajakan tersebut tentu saja disambut antusias oleh Cyndi dan keluarganya.

Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah di Hawaii dan menyewa sebuah hotel yang jendelanya menghadap ke pantai.

Pada hari "H" saat semuanya telah disiapkan, Cyndi telah memakai gaun pengantin, dan tamu undangan telah hadir dan tinggal menunggu kedua pengantin untuk disumpah tiba-tiba calon suaminya menghampiri Cyndi dengan sedikit gugup.

Awalnya, Cyndi berpikir bahwa calon suaminya itu ingin mengatakan sesuatu soal persiapan pernikahan yang akan dilaksanakan sekitar satu jam lagi.

Ternyata, perkiraan Cyndi meleset, kekasihnya itu mengatakan bahwa dirinya tak sanggup menikahi Cyndi dan memilih membatalkan pernikahan mereka yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

"Maaf aku tak bisa melanjutkan, ini tak bisa dilanjutkan,"ungkap calon suami Cyndi.

Mendengar ucapan calon suaminya, Cyndi benar-benar dan tak sempat menanyakan alasan pembatalan pernikahanyang telah ia idam-idamkan.

"Aku hanya bisa menangis mendengar pengakuannya, aku langsung menunjukkan pintu keluar untuknya agar segera pergi,"ungkap Cyndi.

Dengan berat hati Cyndi memberitahu orangtua, sanak keluarga, dan tamu undangan bahwa pernikahan dibatalkan.

"Aku tak bisa menjelaskan apapun saat itu, orangtua dan keluargaku juga sangat kecewa, dan akupu rasanya ingin bunuh diri, tapi untunglah mereka menguatkanku untu menerima kenyataan,"terang Cyndi.

Setelah kejadian itu, Cyndi mengaku sulit untuk jatuh cinta namun setelah memasuki enam tahun masa "pengasingan" untuk tidak mencintai. Cyndi sedikit demi sedikit mulai membuka hatinya.

"Aku masih trauma dengan kejadian itu, aku pikir enam tahun cukup untuk segalanya, biarlah itu manjadi cerita dalam hidupku, aku akan lebih berhati-hati menambatkan hatiku, aku tak mau hal itu terulang kembali,"pungkas Cyndi.

Tags
Kanada
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved