Celoteh

Bripda Desy Tidak Takut Lecet

Kalau dulu waktu kecil memang pernah ikut belajar bela diri, tapi karate bukan judo.

TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Bripda Desy Fitriani, anggota Polresta Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perjuangan Bripda Desy Fitriani sangat berat ketika ia hendak meraih cita-citanya menjadi polisi. Ia sempat tiga kali gagal dalam usahanya menjadi anggota Polri. Namun akhirnya dikesempatan keempat ia akhirnya lulus dan berhasil membahagiakan orang tuanya.

"Satu kali tes perwira dan tiga kalis tes bintara baru lulus," ujar dara cantik kelahiran Palembang, 4 Desember 1993 yang silam ini.

Dalam usaha meraih cita-citanya itu, Desy mengaku sempat down saat ia gagal lulus pantohir pada tahun 2013 yang lalu. Namun, berkat semangat dan dukungan dari orang tua, akhirnya ia kembali bangkit, dan optimis untuk menjadi anggota polisi.

"Intinya harus percaya diri dan semangat," jelasnya.

Setelah menjadi anggota polisi, banyak pengalaman yang didapatnya selam menjalani pendidikan. Salah satunya ialah belajar bela diri judo yang memang wajib diikuti oleh seluruh anggota polisi.

"Kalau dulu waktu kecil memang pernah ikut belajar bela diri, tapi karate bukan judo," kata alumni SMA Negeri 2 Palembang ini.

Menurutnya, sebagai kaum perempuan apalagi ia berprofesi sebagai anggota polisi, bela diri sangat diperlukan untuk menjaga diri, agar sedikit terhindar dari para pelaku kejahatan jalanan.

"Kalau sekarang, selain jaga diri, harus bisa juga menjaga orang lain," ujar perempuan yang mengaku tengah dekat dengan seorang pria ini.

Disibukan dengan tugas, ia mengaku sudah jarang untuk belajar beladiri. Ia mengatakan hanya meneruskan ilmu beladirinya itu ketika Polresta Palembang tengah mengadakan pelatihan.

"Bisalah kalau dasar-dasar bela diri, siapa tahu disaat yang mendadakan bisa dikeluarkan," candanya.

Selama menjalani pendidikan dan harus berkontak fisik saat menjalani latihan judo ia mengaku tak mempermasalahkan bila kulitnya akan lecet ataupun rusak.

"Sebagai anggota polisi, tidaklah mementingkan hal seperti itu, lagian bajunya panjang," ujarnya sembari tertawa ringan.

Desypun menyarankan bagi para kaum perempuan sebaiknya untuk ikut belajar bela diri, karena sedikit bisa mengantisipasi dan menghindari diri dari perbuatan kejahatan.

"Wanita harus keluar dari profesinya untuk belajar menjaga diri," singkatnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved