Rupiah Tak Mampu Bendung Gempuran Dolar

Sepekan, otot rupiah sudah tergerus 0,68 persen. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga mencatat, rupiah terdepresiasi 0,24 persen ke level 13.481.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi dollar AS 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Rupiah tak mampu membendung tekanan dollar AS. Alhasil, mata uang Garuda menjebol level psikologis Rp 13.500 per dolar AS. Kemarin, di pasar spot, rupiah melemah 0,60 persen ke posisi 13.539. Ini level terburuk sejak Agustus 1998.

Sepekan, otot rupiah sudah tergerus 0,68 persen. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga mencatat, rupiah terdepresiasi 0,24 persen ke level 13.481.

Research and Analyst Divisi Tresuri BNI Trian Fathria menilai, optimisme terhadap rencana kenaikan suku bunga AS menekan rupiah. "Hasil FOMC statement disambut baik pelaku pasar. Ini sentimen utama pelemahan rupiah," katanya.

Apalagi, dari domestik minim sentimen penopang bagi rupiah. Hanya terlihat intervensi BI sehingga kurs rupiah di bank sentral tidak menembus 13.500.

Analis SoeGee Futures Nizar Hilmy menambahkan, kinclongnya data PDB AS di kuartal II 2015 semakin menguatkan dolar AS. “Data itu dipandang pasar sebagai dukungan untuk kenaikan suku bunga,” paparnya.

Nizar menduga, hingga pekan depan, rupiah masih belum lepas dari tekanan. Tak hanya dari eksternal, rupiah juga bakal terimbas koreksi harga komoditas.

Prediksinya, rupiah cenderung melemah di kisaran Rp 13.500–Rp 13.600. Trian bahkan melihat, potensi pelemahan rupiah lebih tajam, pekan depan.

Sebab, AS akan merilis sejumlah data ekonomi. Ia menebak, rupiah antara Rp 13.425–Rp 13.525.(Dwi Nicken Tari, Namira Daufina)

Sumber: Tribunnews
Tags
Rupiah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved