Usai Lebaran, Ongkos Travel di PALI Naik Capai Rp 20 Ribu
Sementara itu para supir, trevel ketika dijumpai Tribun, tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kenaikan ongkos travel Pendopo -Palembang.
Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Ariwibowo
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Hari ke tujuh setelah (H+7) Hari Raya Idul Fitri 1436 H, tarif transportasi angkatan darat jurusan Pendopo-Palembang maupun sebaliknya belum normal, kini kenaikan ongkos travel itu, berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu.
Tentu saja kenaikan ongkos travel sangat membebankan para penumpang yang hendak bepergian Pendopo -Palembang, dengan berjarak tempuh sekitar 190 KM, atau memakan waktu 210 menit ini, ongkos yang terapkan kepada pada penumpang mencapai Rp 110 ribu tentu di nilai penumpang terlalu mahal.
Adanya lonjakan pemumpang, pasca lebaran, sepertinya dimanfaatkan para supir dan pengusaha travel meraup keuntungan lebih banyak, dengan cara menaikkan ongkos secara se pihak tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu.
"Biasa ongkos travel di PALI, Rp 90 ribu, kemarin aku bayar ongkos travel Rp 100 ribu, adanya juga yang membayar mencapai Rp 110 ribu," keluh Arta (26), warga Palembang yang berkerja di Kabupaten PALI, Jumat (24/7/2015).
Dia juga menilai, ongkos travel di Kabupaten PALI terlalu, mahal dibandingkan dengan daerah kabupaten / kota yang ada di provinsi Sumsel, Arta dan bersama penumpang lainnya, mendesak peran pemerintah sangat diperlukan untuk membuat regulasi (aturan) ongkos travel secara resmi tanpa merugikan satu sama lainnya.
"Kami minta agar Pemkab (Pemerintah Daerah) PALI khusus Dishubkominfo (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika) berperan untuk menentukan tarif resmi travel agar penumpang tak merasa di rugikan," Ujar Arta.
Sementara itu para supir, trevel ketika dijumpai Tribun, tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kenaikan ongkos travel Pendopo -Palembang. Namun, tarif tersebut akan kembali normal setalah lebih dari satu lebaran.
"Hari Senin (27/7) tarif travel kembali lagi seperti biasanya (Rp 90 ribu), kalau sekarang seperti itulah (Rp 100 -110 ribu), banyak penumpang abis lebar ini," ungkap pria berkulit sawo matang ini.
Saat dikonfirmasi Kadishubkominfo Kabupaten PALI, Agen Eleidi mengetahui adanya kenaikan tarif travel Pendopo- Palembang pasca lebaran ini. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa menindak tegas travel plat hitam alisa travel gelap.
"Kita mengetahui kenaikan tarif travel pasca lebaran, pihak kita tidak bisa menindak tegas mereka, kalau kita menindaknya sama saja melegalkan travel pelat hitam, kita tahu kalau di PALI belum ada travel resmi jurusan Pendopo-Palembang," kata Agen, ketika dihubungi Tribunsumsel.com melalui via handphone.
Meski itu, lanjut Agen, pihak akan memberikan kepada supir dan pemilik travel plat hitam agar jangan menaikan ongkos travel secara berlebihan pasca lebaran ini.
"Petugas kita memberikan himbauan kepada supir travel dan pemiliknya agar jangan menaikan tarif travel secara berlebihan, dengan cara mendatangi supir travel. Mendatangi mereka supaya tahu mana yang travel gelap atau mobil milik pribadi masyarakat," jelas matan guru ini,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/terminal-pendopo-bh_20150724_102811.jpg)