Pimpinan Agama di Ambon Tandatangani Kesepahaman

Berbagai cara dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku dan TNI/Polri di daerah tersebut untuk mencegah ekses kerusuhan di Tolikara

Pimpinan Agama di Ambon Tandatangani Kesepahaman
KONTRIBUTOR KOMPAS.com/Rahmat Rahman Patty
Pimpinan tokoh agama di Maluku menandatangani kesepakatan untuk menjaga perdamaian di Maluku. kegiatan itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai isu yang berhembus di masyarakat saat ini. penandatangan dilakukan di Markas Kodam XVI Pattimura, Rabu (22/7/2015) 

TRIBUNSUMSEL.COM, AMBONBerbagai cara dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku dan TNI/Polri di daerah tersebut untuk mencegah ekses kerusuhan di Tolikara, Papua, agar tidak berimbas ke Kota Ambon.

Salah satu caranya yakni dilakukannya penandatanganan kesepahaman untuk tetap menjaga perdamaian di wilayah tersebut. Penandatangan itu berlangsung di Aula Kodam XVI Pattimura dan dilakukan pimpinan MUI Maluku, Uskup Diosis Amboina dan pimpinan Gereja Protestan Maluku (GPM).

Selain pimpinan umat beragama, Sekretaris Daerah Maluku, Ros Far-Far, Kepala Kanwil Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad, dan seluruh Rektor di Maluku juga ikut menandatangani kesepakatan tersebut. Kesepakatan itu juga ditandatangani Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Wiyarto dan Kapolda Maluku, Brigjen Murad Ismail dan perwakilan tokoh masyarakat.

Kesepakatan untuk menjaga perdamaian di Maluku itu dibacakan oleh Sekda Maluku, Ros Far-Far mewakili semua tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua pihak yang membuat kesepakatan.

Sejumlah butir kesepakatan yang ditandatangani itu di antaranya bersepakat untuk terus menjalin persaudaraan dan silaturahim antarumat beragama. Dalam kesepakatan bersama itu juga disepakati agar kondisi keamanan di masyarakat akan dijaga secara bersama-sama sehingga Maluku tetap aman damai dan sejahtera.

”Bersepakat untuk menjaga persaudaraan dan silaturahim antarumat beragama serta menjaga keamanan di masyarakat secara bersama sehingga suasana aman dan damai tetap dirasakan warga tanpa terkecuali,” kata Ros saat membacakan pernyataan tersebut.

Usai membacakan kesepakatan itu, para pimpinan umat beragama, pimpinan TNI/Polri dan semua pihak yang terlibat dalam kesepakatan itu kemudian saling berangkulan satu sama lain.

Sebelumnya saat menyampaikan sambutannya, Ros mengaku penandatangan untuk menjaga Maluku agar tetap damai adalah sebagai upaya untuk menepis berbagai isu yang belakangan berhembus di masyarakat. Dia juga meminta agar semua pihak dapat mendukung sepenuhnya tugas aparat TNI/Polri dalam menjaga situasi keamanan di Maluku.

Tags
AMBON
Editor: Tribun Sumsel
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved