Waduh, Air Danau Ini Berubah jadi Hijau Pekat Sebabkan Ikan Banyak Mati
air danau yang berubah menjadi hijau tersebut disebabkan oleh penyebaran ganggang biru hijau yang juga dikenal dengan istilah Sianobakteri
TRIBUNSUMSEL.COM - Sebuah pemandangan yang tak biasa terjadi di danau Kunming , provinsi Yunnan. Air danau yang semula biru berubah warna menjadi hijau pekat.
Dilansir Shanghaiist, Kamis (9/7/2015), air danau yang berubah menjadi hijau tersebut disebabkan oleh penyebaran ganggang biru hijau yang juga dikenal dengan istilah Sianobakteri .
Sianobakteri ditemukan di hampir semua habitat yang bisa dibayangkan orang, dari samudera hingga perairan tawar, dari batu sampai tanah.
Mereka bisa bersel tunggal (uniselular) atau membentuk koloni. Koloni dapat berbentuk berkas (filamen) ataupun lembaran.
Beberapa koloni filamen memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tiga tipe sel yang berbeda: sel vegetatif adalah yang normal, sel fotosintetik pada kondisi lingkungan yang baik, dan heterosista yang berdinding tebal, yang mengandung enzim nitrogenase sehingga mampu menyemat nitrogen dari udara.
Setiap individu sel umumnya memiliki dinding sel yang tebal, lentur, dan Gram negatif.
Sianobakteri tidak memiliki flagela. Mereka bergerak dengan meluncur sepanjang permukaan.
Kebanyakan mereka ditemukan di air tawar, sedangkan lainnya tinggal di lautan, terdapat di tanah lembap, atau bahkan kadang-kadang melembapkan batuan di gurun.
Beberapa bersimbiosis dengan lumut kerak, tumbuhan, berbagai jenis protista, atau Porifera dan menyediakan energi bagi inangnya.
Cyanobakteri adalah satu-satunya kelompok organisme yang mampu mereduksi nitrogen dan karbon dalam kondisi dengan oksigen (aerob) maupun tanpa oksigen (anaerob).
Mereka melakukannya dengan mengoksidasi belerang (sulfur) sebagai pengganti oksigen.
Penyematan nitrogen dilakukan dalam bentuk heterosista, sementara penyematan karbon dilakukan dalam bentuk sel fotosintetik, menggunakan pigmen klorofil (seperti tumbuhan hijau) maupun fikosianin (khas kelompok bakteri ini).
Beberapa spesies sianobakteria memproduksi racun saraf (neutrotoksin), hati (hepatotoksin), dan sel (sitotoksin).
Mereka membentuk endotoksin sehingga berbahaya bagi hewan dan manusia.
Beberapa sianobakteri yang menghuni perairan melepaskan geosmin, senyawa organik yang bertanggung jawab atas aroma tanah/lumpur.
Sianobakteri yang menyelimuti danau Kunming diduga mengandung racun. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya ikan yang mati dan mengapung di atas permukaan air danau.
Bulan lalu, provinsi Anhui Chao Lake juga melihat mekar ganggang besar yang membentang satu kilometer ke tengah danau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/danau-hijau-ikan-mati_20150709_130555.jpg)