Ramadhan, Pembeli Tempe di Muaradua Meningkat
Bukan hanya saja dia pedagang tempe yang penjualan yang meningkat. Pedagang lainnya juga merasakan hal yang sama.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Pada Ramadhan tahun ini permintaan akan pembeli tempe meningkat dibanding tahun - tahun sebelumnya.
Sejumlah pedagang tempe di pasar Tradisional Saka Selabung, Muaradua mengatakan jika permintaan akan pembeli tempe mengalami kenaikan sejak awal Ramadhan.
"Peminat tempenya jauh lebih banyak saat bulan Ramadhan dibandingkan sebelumnya," kata Lia, salah seorang pedagang tempe di Pasar Saka Selabung. Kamis (25/6/2015).
Dikatakan dia, jika di hari sebelum Ramadhan tempe yang terjual dalam satu hari tak lebih dari 10 batang. Akan tetapi, sekarang ini setiap harinya dia mampu terjual 15 hingga 30 batang tempe.
"Walaupun permintaan meningkat, harga yang dijual tidaklah mengalami kenaikan. Harga sebatang tempe dijual dengan harga Rp 5000. Tetapi ada juga yang harga Rp 3000 an yang ukurannya lebih kecil," katanya.
Ditambahkannya, bukan hanya saja dia pedagang tempe yang penjualan yang meningkat. Pedagang lainnya juga merasakan hal yang sama. "Pedagang lain juga seperti itu dek, lumayanlah dibandingkan sebelum Ramadhan" katanya lagi.
Dia tidak mengetahu alasan meningkatnya permintaan tempe di pasaran saat ini. Akan tetapi, dikatakan dia melihat dari tahun sebelumnya, permintaan akan tempe di masyarakat akan mengalami penurunan saat 3 hari menjelang lebaran.
"Kalau mau dekat lebaran sepi pembelinya, mungkin karena di rumah warga sudah banyak yang membaut koe lebaran. Lagipula warga yang biasa beli sudah mudik ke kampung halamannya masing - masing. Makanya sepi," katanya lagi.(Setia Budi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pedagang-tempe-di-pasar-tradisional-muaradua_20150625_194754.jpg)