Warga Sakit Perut setelah Makan Raskin

“Kemarin waktu dimasak, setelah dimakan membuat perut sakit dan rasanya tidak enak dan tidak seperti rasanya beras hasil panen sendiri,

TRIBUNSUMSEL.COM/MELISA WULANDARI
Beras raskin yang sudah dibagikan di kelurahan Sei Pangeran, Rabu (11/3/2015). 

TRIBUNSUMSEL.COM, SAMPANG - Alih-alih mendapatkan beras berkualitas dari Badan Urusan Logistik (Bulog), warga miskin di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, malah harus gigit jari. Beras yang dibagikan untuk pertama kalinya pada tahun 2015 ini ternyata malah berbau apek, berwarna kecoklatan, bercampur kerikil, bercampur gabah kering dan banyak ditemukan hewan pemakan beras di dalamnya.

Mutiah, salah satu warga penerima Raskin asal Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang menjelaskan, raskin yang diterimanya tidak layak konsumsi. Beras itu hanya sekali dimasak dan sisanya langsung dibuat pakan ayam.

“Kemarin waktu dimasak, setelah dimakan membuat perut sakit dan rasanya tidak enak dan tidak seperti rasanya beras hasil panen sendiri,” ungkap Mutiah, Kamis (28/5/2015).

Beras bersubsidi itu, lanjutnya, terpaksa harus ditebus dengan harga Rp 24.000 per kepala keluarga. Masing-masing rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSM) diwajibkan menebus raskin 15 kilogram. Alasan penebusan raskin itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mutiah yang serba kekurangan. Namun beras yang didapatkan tidak sesuai harapan.

“Kami rakyat miskin merasa dizalimi karena beras yang kami tebus baunya apek dan tidak layak untuk dimakan. Jika dimakan, sama saja mendatangkan penyakit,” ujarnya.

Mutiah berharap, pemerintah mau menggantinya dengan beras yang kualitasnya lebih baik. Jika tidak diganti, dirinya meminta agar uang tebusan dikembalikan lagi.

Sementara itu, Dwi Heru Kiswanto, Kordinator Lapangan Bulog Sampang saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan. Dia mengaku tidak berwenang untuk memberikan penjelasan mengenai kualitas beras.

Menurutnya, dirinya hanya bertugas untuk menyampaikan beras kepada masing-masing RTSM. Dwi hanya menunjukkan surat dari Kepala Bulog Jawa Timur yang berisi bahwa yang berhak untuk menjawab keluhan masyarakat adalah Kepala Bulog Sub Divre Madura.

Di Kabupaten Sampang, jumlah penerima raskin tahun 2015 mencapai 108.647 RTSM.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved