BERAS PLASTIK
BPOM Belum Temukan Pengaduan soal Beras Plastik
Selain itu, dia juga mengunggah foto beras olahan tersebut ke akun Instagram dan Facebook-nya, agar masyarakat berhati-hati dengan beras plastik.
TRIBUNSUMSEL.COM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) merasa belum menerima email pengaduan dari Dewi Septiani mengenai beras yang diduga terbuat dari plastik. Humas BPOM RI, Nelly, mengatakan, pihaknya telah memeriksa semua layanan pengaduan BPOM.
"Sampai saat ini kami telah mencari di layanan pengaduan kami dan belum ada email tersebut," ujar Nelly ketika dihubungi, Selasa (19/5/2015) malam.
Meskipun demikian, Nelly mengatakan, BPOM tidak memiliki wewenang untuk memeriksa keberadaan beras sintetis itu. Sebab, tanggung jawab yang dimiliki BPOM hanya seputar makanan yang dikemas saja dan bukan bahan pokok seperti beras.
Nelly mengatakan, permasalahan ini lebih tepat ditanyakan kepada Kementerian Pertanian. BPOM juga tidak memiliki informasi mengenai masuknya beras sintetis di Indonesia dan seperti apa cara membedakannya. Informasi tersebut, kata Nelly, bisa didapat di Kementerian Pertanian.
Seandainya BPOM berhasil menemukan email aduan dari Dewi, kata Nelly, pihaknya juga akan menyalurkan kembali email aduan tersebut ke instansi terkait.
Sebelumnya, Dewi, seorang tukang bubur yang mendapatkan beras plastik, mengaku telah mengadukan penemuan tersebut kepada BPOM melalui email. Selain itu, dia juga mengunggah foto beras olahan tersebut ke akun Instagram dan Facebook-nya, agar masyarakat berhati-hati dengan beras plastik.
Dewi yakin bahwa beras yang dibelinya bercampur dengan beras plastik karena pernah melihat pemberitaan beredarnya beras sintetis di Indonesia di salah satu stasiun televisi. Dewi merasa ciri-ciri beras yang disebutkan sama dengan beras yang dia beli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/penemuan-beras-palsu_20150519_103241.jpg)