Gus Jamil Ceramah Dalam Kubur

Sebelum berceramah, terlebih dahulu, Gus Jamil menjalani proses layaknya muslim yang sudah meninggal dunia mulai dari dikafani

Editor: Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA --Ribuan warga masyarakat yang bermukim di Desa Tanjung Tamiang Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI), berbondong-bondong mendatangi lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Sriwijaya, Rabu (6/5). Kedatangan masyarakat ke lokasi ponpes tersebut untuk menyaksikan secara langsung Almukarom H Muzamil alias Gus Jamil dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang berceramah di dalam kubur.

Sebelum berceramah, terlebih dahulu, Gus Jamil menjalani proses layaknya muslim yang sudah meninggal dunia mulai dari dikafani, diangkut dalam keranda jenazah, dimasukan ke liang lahat. Kemudian, selama proses penguburan dibacakan zikir dan doa minta keselamatan kepada Allah swt. Setelah dikubur di liang lahat berukuran 2 x 1 m tersebut, makam tersebut ditaburi bunga oleh Bupati OI Ir H Mawardi Yahya beserta Ketua TP PKK OI Hj Fauziah Mawardi.

Proses 'kematian" yang dijalani Gus jamil mengundang perhatian ribuan warga masyarakat yang memadati halaman Ponpes . Sejumlah warga yang melihat peristiwa tersebut tampak hanya terdiam menyaksikan kegiatan dakwah di dalam kubur yang diberikan oleh H Gus Jamil. Pria asal Jawa Timur itu bertausiyah mengunakan pengeras suara yang sudah disediakan didalam liang lahat.

Dengan tubuh yang sudah terkubur Gus Jamil mengatakan hal yang paling dekat dengan manusia adalah kematian. Ia mengatakan, sesuai sabda Rasulullah SAW, orang yang cerdas adalah orang yang ingat akan kematian.

"Berangkat dari keprihatinan mengingat mati menghidupkan hati. Sesuai sabda Rasulullah, cukuplah kematian yang menjadi nasehat setiap manusia, dan yang membuat hati keras adalah banyak tertawa. Jadi sebaiknya jangan begitu," katanya.

Gus Jamil mengaku, setiap bulan ia dikubur lima kali, manfaatnya ceramah dalam kubur, selama ini kalau ceramah di mimbar yang hadir adalah mereka yang biasa mengikuti pengajian.

"Tapi, kalau di majelis ini semua kalangan bisa hadir. Bahkan, warga non muslim pun turut hadir," katanya, Rabu (6/5).

Dikatakannya, dengan ceramah kubur seseorang bisa ingat dengan kematian, karena mati itu pasti.

"Ingatlah ajal tidak pernah diduga, mati-matian mencari kenikmatan dunia, kita pasti kembali kepada Allah. Apa yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt," ujarnya.

Sementara itu, Bupati OI H Mawardi Yahya mengatakan sangat takjub dengan ceramah H Gus Jamil, karena cara menyampaikan cemarah yang dilakukan berbeda dari kebanyakan para ustadz.

"Awalnya, kita sempat khawatir setelah dikubur tidak timbul lagi, tapi alhamdulillah ceramahnya berlangsung baik dan ustadnya selamat. Karena semuanya kembali ke kubur yang merupakan titik akhir kita dalam hidup," ujar Bupati OI Ir H Mawardi Yahya.(Cr7)

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
Ceramah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved