Jumlah PSK Makin Banyak, Warga Takut Ketularan HIV

"Banyak PSK dari luar, infonya dari pabrikan. Mereka bebas berkeliaran, sebagai samben (sambilan) katanya, lantas siapa yang mau ngontrol?" kata

NET
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, UNGARAN — Pemerintah Kabupaten Semarang diminta segera mengendalikan lokasi prostitusi Tegal Panas, Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, karena jumlah pekerja seks komersial (PSK) semakin meningkat.

Masyarakat khawatir jumlah PSK yang tak terkontrol akan mempercepat penyebaran HIV/AIDS.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jatijajar, Sarwoto Dower (45), mengatakan, keluar masuknya PSK di kawasan Tegal Panas yang secara administratif berada di Dusun Tegalrejo saat ini tidak terkontrol.

Para pengusaha hiburan pun seolah tak peduli dengan kondisi tersebut.

"Banyak PSK dari luar, infonya dari pabrikan. Mereka bebas berkeliaran, sebagai samben (sambilan) katanya, lantas siapa yang mau ngontrol?" kata Sarwoto, Senin (20/4/2015).

Sarwoto menyebutkan, sejumlah permasalahan telah menyebabkan kebocoran dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Tegal Panas, diantaranya ketidakpatuhan para PSK mengikuti VCT.

"Pelaksanaan VCT (voluntary counselling test) tidak maksimal. Dari jumlah 100 lebih PSK, hanya 15 sampai 25 orang yang aktif periksa, yang lainnya didenda dengan sejumlah uang," ujarnya. Selain masalah traffic PSK, di kawasan Tegal Panas juga tidak lagi ada kewajiban para PSK memakai kondom.

"Tidak ada lagi wajib kondom," ujarnya.

Kondisi itu makin diperparah dengan keberadaan sejumlah rumah karaoke yang beroperasi tanpa aturan. Sebanyak 80 rumah karaoke yang berdiri di Tegal Panas tidak satu pun yang tutup tepat waktu sesuai perda, yakni pukul 24.00 WIB.

"Dengan bebasnya jam tayang karaoke sampai pagi, padahal aturannya sampai pukul 24.00 malam, jelas-jelas melanggar perda, tetapi tidak ada tindakan. Ke mana saja Satpol PP?" kata Sarwoto.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved