Ibu-Ibu Pejabat Menjadi Wartawan Sehari
Seperti tulisan Nuning dari BKOW. Ia membuat berita tentang tas warna-warni yang diberikan oleh panitia.
Penulis: M. Syah Beni | Editor: Weni Wahyuny
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,- Berbekal ilmu yang baru didapat. Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel langsung antusias mempraktekannya.
Beragam berita menarik seputar pelatihan berhasil dikemas oleh para peserta dengan angel (sudut pandang) yang berbeda-beda.
Seperti tulisan Nuning dari BKOW. Ia membuat berita tentang tas warna-warni yang diberikan oleh panitia.
Menurutnya tas tersebut membuat para peserta yantg didominasi oleh ibu-ibu membuat suasana pelatihan menjadi lebih "cantik".
" Belum nanti pada saat selesai acara. Mereka menjinjing tasnya masing-masing. Wow pemandangan yang sangat menawan," tulisnya.
Cynthia, peserta lainnya, mengangkat tulisan tentang kerja seorang reporter.
Dalam beritanya ia menuliskan bahwa seorang reporter itu tidak boleh tidur.
Ia mengutip pernyataan dari pemateri sekaligus Pimred Tribun sumsel, Hj L Weny Ramdiastuti.
"Reporter itu harus aktif mencari berita dan jangan tidur," tulisnya.
Adapula peserta yang membuat profil Pimred Tribun Sumsel. Dalam tulisannya berjudul Sederhana Tapi Wah, ia mengatakan bahwa sosok Weny sebagai wanita sederhana dengan pengalaman luar biasa.
" Mempunyai pengalaman meliput berbagai even internasional dan kunjungan jurnalistik di Asia maupun Eropa," tulisnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bkow-sumsel-menggelar-pelatihan-jurnalistik_20150416_155038.jpg)