Brownies Ganja Beredar Karena Ada yang Pesan
"Kalau tidak ada yang pesan, pasti tidak akan dibuat. Itu pasti dipesan, makanya dibuat. Maka dari itulah, jajaran juga diminta untuk lebih peka
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Adanya pengungkapan peredaran narkoba yang dibuat brownies dan ada juga yang dibuat menjadi kertas, pastinya menjadi langkah Polda Sumsel dan jajaran untuk lebih peka dalam melakukan deteksi mengenai modus-modus yang digunakan para pengedar.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova ketika ditemui usai acara penyuluhan narkoba kepada para pelajar di ballroom Selebriti menuturkan, dengan pengungkapan yang dilakukan BNN baik tersangka dan barang bukti pastinya sebagai contoh bagaimana para pengedar menggunakan modus-modus baru dalam mengedarkan barangnya.
"Kalau tidak ada yang pesan, pasti tidak akan dibuat. Itu pasti dipesan, makanya dibuat. Maka dari itulah, jajaran juga diminta untuk lebih peka terhadap modus-modus yang digunakan para pengedar untuk mengedarkan barangnya," ujar Prof Iza.
Modus-modus para pengedar narkoba, memang berupaya untuk mengubah modusnya agar selalu dapat mengelabui petugas yang ada di lapangan.
Sehingga, dengan modus-modus yang digunakan para pengedar inilah, anggota dilapangan juga dapat lebih peka dan jeli ketika melakukan penyelidikan terhadap peredaran narkoba khususnya diwilayah Sumsel.
Selain kepekaan dan ketelitian, anggota dilapangan juga membutuhkan informasi dari masyarakat. Dengan adanya informasi yang diberikan masyarakat akan dapat cepat dilakukan pergerakan dan penangkapan terhadap pengedar bahkan bandar.
"Bantuan masyarakat juga sangat diperlukan, bila ada orang-orang yang mencurigakan atau melihat adanya peredaran narkoba segera laporkan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kue-brownies-dan-cokelat-ini-ditemukan-mengandung-ganja-dan-dijual-bebas_20150413_183416.jpg)