SARAPAN PAGI
Jalan Rusak oh Jalan Rusak
Jalan bawah Ampera mulai dari 7 Ulu sampai 10 Ulu jalan malah sangat rusak parah. Pemandangan yang sama juga terlihat di jalan Mujahidin.
Penulis: Lisma Noviani |
BILA ditanya problem apa yang paling klasik dan selalu ada dari dulu hingga sekarang terkait pembangunan, jawabannya sudah bisa ditebak. Jalan rusak.
Ya, masalah jalan rusak tak pernah diselesaikan tuntas. Hari ini diperbaiki besok rusak lagi. Masih mending begitu. Ada jalan akses yang bertahun-tahun tidak pernah tersentuh untuk diperbaiki. Keluhan ini banyak sekali diterima Tribun Sumsel pada SMS hotline yang disediakan di halaman ini.
Di Palembang, pemandangan jalan rusak tak sulit dicari. Cobalah jalan-jalan di tengah kota, kalau tidak berlubang, ya..kubangan bebek. Jalan bawah Ampera mulai dari 7 Ulu sampai 10 Ulu jalan malah sangat rusak parah. Pemandangan yang sama juga terlihat di jalan Mujahidin.
Berjalan sedikit di daerah pinggiran, jalan rusak semakin sering terlihat. Jalan ke arah Gandus, Jalan Makrayu, Tanggabuntung dan sebagainya.
Sejumlah ruas jalan lintas timur yang menghubungkan antar kota dalam provinsi Sumsel, pun tak jauh berbeda. Tak heran lalu mahasiswa Unsri yang beraktivitas di Indralaya akhirnya demo besar-besaran menuntut agar jalan diperbaiki.
Jalan merupakan infrastruktur yang paling akrab dengan masyarakat. Betapa tidak, aktivitas sehari-hari --karena manusia tinggal di daratan-- selalu berkaitan dengan namanya jalan. Jalan rusak juga membahayakan pengguna jalan serta rawan kriminalitas. Sudah berapa banyak korban kecelakaan salah satunya akiba jalan rusak
Keluhan atas lambannya jalan diperbaiki membuat masyarakat betul-betul apatis. "Saya ini selalu bayar pajak. Tapi jalan di rumah saya tak pernah mulus. Jadi untuk apa saya bayar pajak," demikian seorang teman mengeluh.
Ada lagi warga yang tak habis mengerti, mengapa ada jalan nasional, jalan provinsi, jalan kota. Pengkotak-kotakan itu menurutnya membuat pihak yang mestinya bertanggung jawab memperbaiki jalan main lempar tanggung jawab.
Mengapa jalan rusak dan atau cepat rusak? Ada berbagai faktor. Bisa jadi karena perbaikan jalan yang dilakukan kontraktor dan unsur lainnya, tidak becus bahkan mungkin ada faktor korupsi. Fakto lain terkait teknis misalnya 1. muatan berlebihan kendaraan berat (overloaded), ketidaksesuaian standard mutu lapisan pengerasan jalan untuk lalu-lintas berat, hingga kurang baiknya sistem drainase jalan.
Apapun kendala, jelas faktor perbaikan jalan/infrastruktur adalah tanggungjawab pemerintah. Selayaknya anggaran untuk perbaikan jalan diprioritaskan sama halnya dengan anggaran pendidikan.
Bagi masyarakat umum, jalan mulus adalah salah satu simbol keberhasilan pembangunan. Simbol kemakmuran. Maka ketika warga sudah setia membayar pajak, tolong realisasikan perbaikan jalan secara konsisten tanpa pandang bulu, baik di tengah kota maupun pinggir kota.