Selain Bangun Jalan Tol, Kemenpupera Bakal Bangun Rusunawa di Palembang

Bahkan bukan hanya JTTS, Mentrian PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bakal membangun rusunawa di Palembang terkait persiapan Palembang sebagai

SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Gubernur Sumsel Alex Noerdin berbincang dengan Menteri BUMN Rini Soemarno, bersama Menteri Kehutanan Siti Nirbaya dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono usai menggelar rapat persiapan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Lampung-Palembang di Kementrian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2015) 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Lampung-Palembang kini bakal mulai digarap oleh Pemerintah Pusat melalui PT Hutama Karya dengan anggaran pernyataan modal yang telah disetujui DPR.

Bahkan bukan hanya JTTS, Mentrian PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bakal membangun rusunawa di Palembang terkait persiapan Palembang sebagai ibukota Propinsi Sumsel bakal menggelar event Asian Games 2018 mendatang.

"Selain itu, air bersih, infrastruktur dan rusunawa akan kita bantu membuatnya," ujar Basuki saat menggelar konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, (23/2/2015)

Berdasarkan data Kemenpupera, pembangunan tol Palembang – Indralaya (termasuk untuk jalan lintas penghubungnya) membutuhkan dana sekitar Rp2.3 triliun dan Rp156 miliar untuk pembebasan tanahnya.

Pada ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sekitar Rp17.3 triliun dan pengadaan tanah Rp442 miliar. Untuk Pekanbaru-Dumai, biayanya mencapai Rp17.3 triliun dan pengadaan tanah Rp974 miliar. Sedangkan Medan-Tebing Tinggi sekitar Rp4.1 triliun dan pengadaan tanah Rp442 miliar.

Keempat ruas tol tersebut merupakan bagian dari proyek jalan tol trans Sumatera (JTTS) yang ditetapkan sejak pemerintahan Presiden SBY. Panjang total JTTS untuk lintas utama sepanjang 2.024 km yang terdiri dari 17 ruas. Biaya totalnya mencapai sekitar Rp272.643 triliun. Khusus pengadaan tanahnya sekitar Rp14.18 triliun.

Sedangkan untuk jalan tol lintas penghubungnya total panjangnya mencapai.794 kilometer yang terdiri dari tujuh ruas. Biayanya mencapai Rp367.504 triliun, dan untuk pengadaan lahan sekitar Rp19.128 triliun. (Candra okta della)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved