Mengelus Musang Jadi Tren Banyak Cewek di Madura

Musang yang lebih sering dianggap musuh oleh manusia karena sering memangsa ayam, kini mulai digemari dan dipelihara

TRIBUNSUMSEL.COM, MADURA - Musang yang lebih sering dianggap musuh oleh manusia karena sering memangsa ayam, kini mulai digemari dan dipelihara. Tak hanya di Sumenep, di Pamekasan, Madura, binatang malam itu ternyata banyak penggemarnya.

Jumlah penggemarnya sekira 30 orang. Umumnya adalah cewek-cewek dan masih remaja. Musang yang mereka pelihara beragam, dari musang pandan, bulan, bali, lombok, rase, sampai Jawa. Harganya pun bervariasi dari Rp 200 ribu hingga Rp 6,5 juta setiap ekornya, tergantung usia besar kecil dan jenis musang.

Untuk mempererat persaudaraan sesama penggemar musang di Pamekasan, mereka bergabung dalam komunitas pencita musang Pamekasan (Pamungkas). Komunitas ini berdiri Januari 2015 lalu dan anggotanya berjumlah 31 orang. Setiap Minggu pagi, mereka berkumpul di area monumen Arek Lancor, Pamekasan, sambil membawa musang peliharaannya.

Kehadiran pecinta musang dan binatang peliharaannya menarik pengunjung yang darang ke area monumen. Tak sedikit mereka melihat kelucuan binatang yang sudah jinak, sambil melata di tubuh pemiliknya tanpa rasa takut terhadap orang lain yang belum dikenalnya. Cewek-cewek itu suka banget mengelus-elus musang.

Ketua Pamungkas Pamekasan, Dzulkarnaen, kepada Surya, Minggu (22/2/2015), mengatakan, musang bisa dipelihara seperti kucing, anjing, burung atau ayam.

“Musang bukan binatang hama. Tapi hewan yang eksotik dan bisa dipelihara siapa saja, asal mau dan telaten sebab dari segi karakter, musang suka bercanda. Jika diajak bermain, musang lebih manja dari binatang peliharaan lainnya,” terangnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved