Saya Ajak Duduk di Paha, Muncul Godaan Lalu Saya Khilaf
"Ya anak-anak kadang bergantung sama saya. Saya ajak duduk di atas paha. Saat itulah godaan iblis. Dorongan nafsu. Saya khilaf, " ujarnya.
TRIBUNSUMSEL.COM, PEKANBARU - Berdasarkan laporan dan hasil visum, polisi akhirnya meringkus Ns (60) tersangka pencabulan terhadap enam anak di salah satu Taman Pendidikan Alquran (TPA) QA, dikawasan Rumbai, Kamis (19/2/20015). Saat ini Ns masih menunggu proses pemeriksaan untt Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polresta Pekanbaru.
"Setelah ada laporan serta hasil visum, kita memastikan menahan tersangka Ns. Tersangka diringkus di rumahnya, jalan Sri Palas Rumbai, dini hari tadi, " terang Kapolresta.
Ns yang ditemui di Mapolresta, beralasan pencabulan pada anak didiknya itu dilakukan karena terdorong nafsu. Anak-anak yang terlalu dekat dengannya, menjadikan peluang berbuat cabul tebuka lebar.
"Ya anak-anak kadang bergantung sama saya. Saya ajak duduk di atas paha. Saat itulah godaan iblis. Dorongan nafsu. Saya khilaf, " ujarnya.
Oknum guru Taman Pendidikan Alquran di kawasan Rumbai dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap muridnya. Setidaknya ada enam orang anak yang rata-rata berusia 7 tahun melaporkan gurunya tersebut ke Mapolresta Pekanbaru, Rabu (18/2), pukul 21.00 WIB.
Didampingi, Ketua LPA Riau, Ester Yuliani dan Ketua Bidang Organisasi di LPA, Moreno 6 orang murid yang masih duduk dikelas satu Sekolah Dasar (SD) tersebut melapor ke bagian SPKT Mapolresta.