Dua Kaki Jessica Putus Setelah Coba Bunuh Diri Karena Nilai Raport Kecil
Seorang gadis kehilangan kedua kakinya setelah percobaan bunuh dirinya gagal, Rabu (5/2/2015). Dilansir mirror, Jessica Tothova (15) melakukan
TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang gadis kehilangan kedua kakinya setelah percobaan bunuh dirinya gagal, Rabu (5/2/2015).
Dilansir mirror, Jessica Tothova (15) melakukan tindakan bunuh diri dengan menabrakan dirinya ke kereta api yang lewat di Slovakia.
Itu dilakukannya setelah mendapatkan nilai buruk pada pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia saat pembagian raport, karena takut dimarah kedua orangtuanya, Jessica ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakan dirinya ke kereta api.
Menurut keterangan teman sekolahnya setelah menerima raport hasil belajar, ia mendapati ketiga mata pelajaran itu nilanya tidak memuaskan.
"Dia mengatakan, lebih baik bunuh diri daripada memberitahu hasil raportnya karena pasti kena marah orangtuanya, kami kira itu candaan ternyata dia benar-benar melakukannya"katanya.
Tapi setelah menabrakan dirinya ke kereta api, ternyata ia tidak tewas, tetapi ia kehilangan dua kakinya.
"Saat aku lihat dia berdiri di tengah-tengah rel aku coba menghentikan kereta namun tidak bisa karena jaraknya tidak memungkinkan"ujara masinis kereta.
Sementara itu seorang guru dari grammar school in Pezinok tempat Jessica belajar mengatakan kejadian ini sangat menyedihkan, Jessica anak yang sangat baik namun ia sedikit kesulitan pada beberapa pelajaran.
"Itu hanya raport tengah semester dia masih banyak waktu untuk mendapatkan hasil yang baik,"kata guru yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara itu kepala sekolah grammar school in Pezinok, Jana Solgova mengatakan "kami turut berduka dengan kejadian ini dan mohon maaf kepada semua pihak, kami tidak menyangka kalau raport bisa berdampak tragis seperti ini,"ungkapnya.
Jessica sendiri telah dirawat di rumah sakit University Hospital in the capital Bratislava dan sudah dirawat intensive.
"Kondisinya tidak sampai mengancam nyawanya, tapi harus kehilangan kedua kakinya,"imbuh juru bicara University Hospital in the capital Bratislava.