Celoteh
Ikut Tes Lima Kali, Baru Lulus Polwan
Ia sempat empat kali gagal dalam tes menjadi polwan. Namun untuk tes yang kelima kalinya, Okta baru berhasil lulus.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bila melihat wajahnya, tak tampak bila ia adalah seorang polwan. Namun itulah kenyataannya, wajah cantik Bripda Tri Okta, tak menghalangi cita-citanya untuk menjadi polwan.
Bukan tanpa perjuangan yang dilaluinya ketika ia hendak menjadi seorang anggota kepolisian. Ia sempat empat kali gagal dalam tes menjadi polwan. Namun untuk tes yang kelima kalinya, Okta baru berhasil lulus.
"Dua kali sempat tes akpol, dan tiga kali bintara, untung yang ketiganya lulus," ujar Bripda Tri Okta saat ditemui.
Okta yang lahir di Empat Lawang, 11 Oktober 1994 ini telah lama melakukan persiapan untuk menjani tes kepolisian. Mulai dari tes fisik, mental, dan belajar dengan tekun.
"Saingan ini banyak, jadi harus tekun," candanya.
Tak hanya itu, Oktapun bahkan rela hidup merantau jauh dari orang tuanya, demi mengejar cita-citanya tersebut."Disini tinggal ngontrak, bareng dua saudara yang lain," katanya.
Awalnya, saat melihat ribuan pesaing yang datang dan ikut seleksi polisi, hati Okta sempat terhenyut, kepercayaan dirinya sempat memudar, namun dengan ketekunan dan keinginannya untuk membahagiakan orang tua, semua itu terlupkan.
"Percaya pasti bisa, yang penting inget sama orang tua dirumah," katanya.
Anak pasangan Sopyan Efendi dan Hartati Muktar ini mengaku, dukungan yang kuat dari orang tua, sehingga membuatnya kuat. "Saya ini anak ketiga dari lima bersaudara," ungkap alumni SMA Negeri 14 Palembang ini.
Demi menempuh cita-citanya jadi polwan, Okta bahkan harus stop out dari kuliahnya. Okta saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Bina Darma. "Saya ambil jurusan psikologi, dan sekarang sudah masuk semester 7," paparnya.
Oktapun mengaku, siap bila akan ditempatkan dimana saja. Karena dengan telah berhasil menjadi polwan ini. Cita-citanya untuk membaganggakan orang tua telah sedikit berhasil. "Kerja yang baik untuk melayani masyarakat, siap tidak siap ya harus siap," ungkapnya.
Yang mesti diperhatikan ketika Okta bertugas adalah orang tuanya. Ia harus mengingat pesan orang tuanya, yakni hati-hati dalam bertindak, dan melakukan sesuatu sesuai dengan kondisi.
"Jaga diri, bisa-bisa kita bawa sendiri," ungkapnya.