Celoteh

Polwan Ini Lompat Pagar Saat Daftar Sekolah Kepolisian

Ketika itukan laki-laki semua, jadi mau buang air kecil itu susah, sehingga seperti main petak umpet. Diteriakin sudah belum.

DARI penampilan orang mungkin banyak mengira perempuan cantik satu ini berprofesi sebagai dokter atau pengusaha. Tapi tahukah Anda, apa profesi sebenarnya? Ya, dia adalah seorang perwira polwan berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) atau setingkat kapten kalau disetarakan dengan pangkat TNI.

AKP Yulia Farida SH sekarang menjabat posisi penting di Polresta Palembang, yakni Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Reskrim Polresta Palembang.

Yulia termasuk yang sudah berpengalaman bergelut di dunia kriminal, yang sebenarnya lebih didominasi oleh kaum adam ini. Dia sukses, tapi tidak berarti tanpa kendala.

"Waktu pertama kali tes polisi, sempat melompat pagar lari buat kabur dari sekolah, karena tidak diberi izin oleh sekolah untuk mengikuti tes polisi. Jadi tes masih menggunakan pakaian sekolah," ujar wanita kelahiran Lampung, 21 Desember 1975 ini.

Ibu dua putri, Talia Novelly dan Rosita Putri ini mengatakan pengalaman yang paling diingatnya ketika menjadi polisi, ketika bertugas di Sat Reskrim Polresta Palembang pada tahun 1996. Saat itu ia dan beberapa anggota kepolisian yang lain, sedang menangani kasus pembunuhan.

"Saya lulus tes Bintara ini tahun 1994-1995, dan lulus Secapanya tahun 2007," katanya, yang memang dari kecil sudah bercita-cita jadi polisi ini.

Yulia menambahkan, ketika menangani kasus pembunuhan itu, pelaku yang akan diamankan menyandera seorang warga. Apa lagi saat itu, pelaku belarian di tengah hutan pada malam hari, sehingga kesulitan untuk mengamankannya. Tapi akhirnya walau dengan susah payah berhasil diamankan.

"Ketika itukan laki-laki semua, jadi mau buang air kecil itu susah, sehingga seperti main petak umpet. Diteriakin sudah belum," ujarnya sembari tertawa.

Yulia mengatakan, selama menjalani pekerjaannya sekarang ini, merupakan suatu kebanggaan bagi dirinya. Hal itu karena ia menganggap tak semua wanita yang bisa dan mau melakukan tugas yang seperti ia lakukan.

"Setiap saya ditempatkan untuk bertugas di kepolisian, saya harus berbuat semaksimal mungkin," paparnya.

Ada satu yang belum tercapai dari keinginan Yulia saat ini, yaitu ingin ikut dalam misi perdamaian dunia PBB. "Saya ingin bergabung bersama IPO, namun kendala bahasa Inggris saya belum lancar betul," katanya. (Slamet Teguh Rahayu)

Tags
Polwan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved