Pria dari Jawa Ini Tinggalkan Pekerjaannya Demi Belajar Bahasa Tiongkok
Ia berharap bahwa ia bisa menguasai bahasa dalam waktu satu tahun dan kemudian mengajar anak-anak di Indonesia.
Penulis: Kharisma Tri Saputra |
TRIBUNSUMSEL.COM - Banyak orang Tiongkok yang tinggal di luar negeri sering mengeluh bahwa anak-anak mereka akhirnya kehilangan sentuhan dengan bahasa ibu mereka.
Namun, beberapa anak muda Tiongkok di luar negeri, seperti Liang Xinming, mencoba untuk memastikan bahwa kecenderungan ini tidak berlanjut.
Dilansir dari cctvnews, Liang (25) lahir di Jawa, Indonesia. Dia adalah seorang imigran generasi keempat, setelah kakek buyutnya bermigrasi dari Provinsi Guangdong ke Indonesia.
Keluarga telah menetap di sana (Indonesia) sejak itu. Liang mengatakan bahwa keluarga Tiongkok jarang berbicara bahasa ibu mereka di Indonesia.
Selain itu, sekolah-sekolah Tiongkok tidak dikembangkan dengan baik untuk anak-anak bisa belajar bahasa.
"Ibu saya mengatakan hadiah terbaik untuk anak adalah dengan membawanya untuk belajar bahasa Tiongkok," ujar Liang.
Jadi, ketika ibunya bertanya apakah dia bersedia untuk mempelajari bahasa di Tiongkok, ia segera berkata ya.
Dia berhenti dari pekerjaannya sebagai guru TK dan datang ke Guangzhou, Provinsi Guangdong.
Disana, ia terdaftar di Guangzhou Normal School of Pre -school Education (GNSPE), belajar bahasa Tiongkok bersama dengan siswa internasional keturunan Tiongkok lainnya dari Kamboja, Malaysia dan Indonesia.
Liang mengatakan bahwa kakeknya pernah mengajarinya bagaimana menulis karakter Tiongkok. Disitulah daya tarik dengan budaya Tiongkok dimulai. Sekarang setelah belajar di kelas, dia biasanya berlatih kaligrafi.
"Aku terobsesi dengan Tiongkok, tapi saya lebih bersemangat untuk mengajar bahasa," kata Liang.
Ia berharap bahwa ia bisa menguasai bahasa dalam waktu satu tahun dan kemudian mengajar anak-anak di Indonesia.