Pesawat AirAsia Hilang Kontak
Ada Missed Call dari Ponsel Korban AirAsia
Sang kerabat itu mengaku, nomor ponsel korban AirAsia masuk ke dalam daftar panggilan tak terjawab atau missed call.
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Timur Kombes Budiyono mengaku pernah mendapat kisah aneh dari salah satu kerabat korban AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata. Sang kerabat itu mengaku, nomor ponsel korban AirAsia masuk ke dalam daftar panggilan tak terjawab atau missed call.
"Salah satu keluarga korban mengaku ditelepon oleh sanak keluarganya yang jadi penumpang pesawat," ujar Budiyono, Sabtu (10/1).
Saat panggilan itu masuk dan ponsel berdering, si empunya ponsel tidak segera mengangkatnya sehingga panggilan masuk dalam daftar missed call. Ketika ditelepon balik, tidak terdengar nada sambung pada nomor ponsel si korban AirAsia.
Budiyono mengatakan, keluarga korban tersebut mengadukan kejadian itu ke Disaster Victim Identification (DVI). Tim DVI pun menindaklanjutinya dengan menyerahkan ponsel itu ke provider terkait. "Kami sampai minta bantuan Densus 88 dan Kemenkominfo. Tapi, setelah diklarifikasi, panggilan itu tidak terekam," ujar Budiyono yang mempertahankan kerahasiaan identitas korban maupun keluarganya.
Seperti diketahui, Densus 88 dan Kemenkominfo memiliki teknologi untuk melacak telepon seluler. Penelusuran Densus dan Kemenkominfo yang diserahkan ke DVI menyatakan bahwa nomor ponsel yang dimaksud sudah tak aktif sejak AirAsia QZ 8501 tujuan Singapura lepas landas dari Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, 28 Desember lalu.