10 Tahun Tsunami Aceh, Ismed Sofyan: Mudah-mudahan Bisa Lebih Dewasa

"Saya kehilangan teman-teman dan sahabat yang dulu pernah satu tim di Persiraja Banda Aceh,"

Editor: Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM,JAKARTA - Kenangan suram bencana tsunami yang memakan korban jiwa di kawasan Aceh 10 tahun silam masih terekam jelas dalam benak Ismed Sofyan. Namun, pembangunan pesat yang terjadi kini justru membangkitkan semangat baru.

"Pembangunan di Aceh sudah sangat pesat dan membangkitkan semangat baru. Mudah-mudahan di masa depan bisa lebih dewasa, serta dapat introspeksi diri dalam menyikapi setiap musibah yang terjadi," kata Ismed Sofyan.

Tragedi tsunami yang merenggut banyak korban jiwa itu masih menyisakan sedih bagi Ismed. Sejumlah sanak saudara dan rekan-rekan sejawatnya pun ikut menjadi korban pada peristiwa 26 Desember 2004 ini. "Saya kehilangan teman-teman dan sahabat yang dulu pernah satu tim di Persiraja Banda Aceh," kenang Ismed.

Bek sayap 36 tahun itu berharap segala musibah bisa menjadi pelajaran berharga bagis seluruh masyarakat Tanah Rencong. Kesedihan yang pernah terjadi diharapkan bisa membuahkan kebahagiaan di kemudian hari.

Sebagai pesepak bola paling tersohor di Aceh, Ismed pun berharap bisa terus menjadi inspirasi bagi talenta muda lainnya. Ia masih menyimpan ambisi meraih juara bersama Persija di pengujung karier sepak bolanya.

Ismed termasuk dalam enam pemain inti yang dipertahankan Macan kemayoran. Namun, pemain yang dikenal dengan umpan silang akurat tersebut tak gentar bersaing dengan sederet pemain muda cemerlang seperti Alfin Tuasalamony dan Syaiful Indra Cahya.

 
 
 

Sumber: Tribunnews
Tags
Tsunami
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved